News / Metropolitan
Kamis, 25 Juni 2026 | 11:35 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta Pusat. (ANTARA/Lifia Mawaddah Putri)
Baca 10 detik
  • GubernurPramono menekankan pentingnya penertiban parkir liar yang tegas namun tetap proporsional bagi seluruh warga.
  • Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan kebijakan pengaturan parkir menyeluruh di berbagai titik kawasan fasilitas publik ibu kota.
  • Pramono menggandeng manajemen ojek daring untuk mencari solusi bersama terkait parkir liar yang marak di area trotoar kota.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara soal insiden penertiban parkir liar di Jakarta Timur yang sempat viral di media sosial.

Pramono mengakui penertiban memang kerap berada di antara dua sisi. Tekanan publik saat petugas bertindak longgar, dan hujan kritik ketika penertiban dilakukan tegas.

"Kadangkala dalam penertiban itu seperti stick and carrot. Kalau kita lagi kencang, tiba-tiba ada yang viral, yang lagi melakukan pembersihan untuk parkir ini pasti dihujat," ujarnya di Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).

Meski demikian, Pramono enggan membebankan seluruh kesalahan kepada dinas terkait atas insiden tersebut. Ia cuma berpesan agar penertiban tetap harus dilakukan dengan cara yang proporsional.

"Dalam penertiban ini, saya menyampaikan kepada seluruh jajaran, tegas tapi tidak boleh berlebihan," kata dia.

Penertiban parkir liar memang harus dijalankan. Pramono mencontohkan kawasan Blok M sebagai contoh keberhasilan penataan yang kini mulai dirasakan warga.

"Yang dulu orang kalau mau ke Blok M kan pasti sudah mikirnya parkirnya bisa dua, tiga kali, tiga tempat, dan sebagainya. Setelah ditertibkan, rupanya sekarang menjadi lebih baik," tuturnya.

Keberhasilan Blok M itu pun akan dijadikan acuan penertiban di kawasan-kawasan lain di ibu kota.

"Dan itu juga akan kami lakukan di tempat-tempat lain," tegas Pramono.

Baca Juga: Pramono Anung: Jakarta Dirancang Jadi Kota Global yang Ramah Warga

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga tengah menyiapkan kebijakan pengaturan parkir secara menyeluruh dalam waktu dekat.

"Dalam waktu dekat, kami akan juga melakukan pengaturan parkir secara menyeluruh. Baik itu yang harus di valet, parkir di gedung-gedung, pusat perbelanjaan, maupun parkir-parkir di tempat publik," papar Pramono.

Petugas Dishub DKI menjaring sepeda motor yang parkir liar di trotoar Pasar Kenari, Jalan Salemba Raya. (Dok. Dishub DKI)

Salah satu persoalan yang turut menjadi perhatian adalah maraknya parkir liar ojek daring yang kian tak terkendali di ruang-ruang publik kota.

Untuk menangani hal itu, Pramono telah memanggil manajemen perusahaan ojek daring guna diajak bersama-sama mencari solusi.

"Saya sudah meminta dan memanggil manajemen ojol untuk bersama-sama menangani ini. Nggak mungkin hanya Pemerintah DKI Jakarta yang menangani," kata dia.

Ia mencontohkan Jalan Rasuna Said sebagai kawasan yang trotoarnya baru diperlebar, namun terancam kembali diserobot sebagai tempat parkir ojek daring.

"Jalan Rasuna Said sudah kami lakukan perbaikan, trotoarnya luas. Jangan sampai kemudian trotoarnya digunakan parkir untuk ojol. Kalau mau parkir, silakan misalnya enclave di satu tempat dan sebagainya," pungkas Pramono.

Load More