- Pemprov DKI Jakarta menertibkan bangunan di bantaran Kali Mookervart, Rawa Buaya, pada Selasa (17/6/2026) untuk persiapan pembangunan rumah pompa.
- Langkah ini menindaklanjuti arahan Gubernur Pramono Anung setelah meninjau lokasi banjir dan mendengar aspirasi warga.
- Pembangunan rumah pompa diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengendalian banjir serta meminimalkan risiko genangan air di kawasan Rawa Buaya.
Suara.com - Permintaan warga Rawa Buaya, Jakarta Barat, untuk mendapatkan infrastruktur pengendalian banjir yang memadai akhirnya menemukan titik terang setelah sekian lama tertunda sejak era gubernur-gubernur sebelumnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menertibkan bangunan di bantaran Kali Mookervart, kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, pada Selasa (17/6/2026) sebagai bagian dari persiapan pembangunan Rumah Pompa Rawa Buaya.
Penertiban itu merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang meninjau langsung lokasi banjir di kawasan tersebut pada Januari 2026.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Barat, Mustajab, menegaskan bahwa penertiban ini merupakan langkah yang diperlukan demi mewujudkan infrastruktur yang selama ini dinantikan warga.
"Ini merupakan bagian tindak lanjut atas arahan Gubernur DKI Jakarta, Bapak Pramono Anung, yang sebelumnya meninjau langsung lokasi banjir di wilayah tersebut pada Januari 2026 lalu," kata Mustajab, Selasa (23/6/2026).
Proses penertiban melibatkan 150 personel gabungan yang dikerahkan bersama alat berat berupa excavator dan dump truck, setelah sebelumnya pemerintah telah melayangkan Surat Peringatan I, II, dan III kepada pemilik bangunan terdampak.
Warga pun menyebutkan bahwa kebutuhan akan Rumah Pompa bukanlah hal baru.
Permintaan sudah bergulir jauh sebelum masa kepemimpinan gubernur saat ini, namun baru mendapat respons.
Mustajab mengapresiasi warga yang tidak memberi perlawanan selama proses berlangsung.
Baca Juga: Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
"Dukungan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan infrastruktur pengendali banjir yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Aspirasi warga Rawa Buaya sendiri bermula dari keluhan yang disampaikan langsung kepada Pramono saat ia mengunjungi pengungsian di Masjid Jami Baiturrahman pada Januari 2026, ketika genangan akibat banjir dinilai surut terlalu lambat karena keterbatasan pompa air.
Pramono saat itu berjanji menambah kapasitas pompa air di kawasan Rawa Buaya sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir dan pengurangan risiko genangan.
Mustajab menyampaikan harapan pemerintah atas manfaat jangka panjang dari proyek ini.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kapasitas pengendalian genangan di kawasan Rawa Buaya dan sekitarnya dapat semakin meningkat, sehingga risiko banjir dapat diminimalkan dan kualitas lingkungan perkotaan menjadi lebih baik," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi
-
Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan
-
Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus