-
Negara Bagian La Guaira ditetapkan sebagai zona bencana akibat dampak gempa bumi paling parah.
-
Korban tewas sementara mencapai 32 orang dan diprediksi meningkat setelah evakuasi La Guaira.
-
Amerika Serikat beserta sejumlah negara dunia segera mengirimkan tim penyelamat medis ke Venezuela.
Suara.com - Negara Bagian La Guaira di pesisir utara Venezuela resmi menyandang status zona bencana akibat kerusakan yang sangat masif. Langkah darurat ini diambil setelah wilayah tersebut menjadi titik terparah yang dihantam gempa bumi berkekuatan besar.
Presiden Pelaksana Venezuela, Delcy Rodriguez, turun tangan langsung memimpin koordinasi penanganan darurat di wilayah pesisir tersebut. Skala kerusakan yang masif membuat otoritas setempat harus memprioritaskan penyelamatan warga yang masih terjebak.
"Kita bisa mengatakan bahwa situasi di La Guaira adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang nyata," ujar Rodriguez dalam pidato larat malamnya, dikutip dari CNN Internasional.
Kehancuran infrastruktur di wilayah pesisir ini dilaporkan sangat masif dan memutus akses logistik utama. Puluhan gedung bertingkat runtuh rata dengan tanah dan menimbun banyak korban di bawahnya.
"Puluhan bangunan telah runtuh, dan saat ini kami sedang terlibat dalam operasi penyelamatan yang berat untuk menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa yang diizinkan Tuhan," kata Rodriguez menjelaskan situasi di lapangan.
Data awal dari laporan resmi sebelum mencakup wilayah La Guaira mencatat angka korban yang sudah sangat besar. Sedikitnya 32 orang dilaporkan tewas dan sekitar 700 warga lainnya mengalami luka-luka.
Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah seiring masuknya data korban dari reruntuhan di La Guaira. Petugas medis dan evakuasi kini berpacu dengan waktu di tengah keterbatasan peralatan.
Gelombang solidaritas global mulai bergerak cepat mengirimkan bantuan ke titik-titik bencana. Sejumlah negara telah mengonfirmasi pengiriman tim penyelamat khusus untuk mempercepat proses evakuasi.
Rodriguez menyebutkan bahwa tim penyelamat dari Amerika Serikat, Republik Dominika, El Salvador, Meksiko, dan Qatar akan segera tiba.
Baca Juga: Donald Trump Kirim Bantuan ke Venezuela usai Sergap Nicolas Maduro: Amerika Bersama Teman Baru
Selain itu, China, Brasil, dan negara-negara Karibia juga telah menawarkan bantuan kemanusiaan.
Pemerintah Venezuela mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan bahu-membahu menghadapi situasi kritis ini. Solidaritas domestik dianggap menjadi kunci utama dalam melewati masa-masa sulit pascabencana.
"Saya meminta agar kita bertindak dalam persatuan nasional dan dengan tenang, mengetahui bahwa bersama-sama kita akan mengatasi tragedi ini," ucap Rodriguez menegaskan.
Respon cepat juga datang dari belahan utara melalui komitmen pengiriman personel penyelamat dan logistik medis. Pengiriman bantuan ini menjadi bagian dari operasi kemanusiaan darurat untuk membantu para korban.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan bahwa negaranya "segera mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan, sumber daya medis, dan bantuan kemanusiaan ke Venezuela." Langkah taktis ini diambil langsung di bawah instruksi Presiden Trump.
Pemerintah Amerika Serikat juga menyampaikan pesan duka mendalam bagi para korban yang terdampak bencana ini. Mereka mengapresiasi keberanian para petugas yang terus bekerja tanpa henti di lokasi runtuhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Polisi Tegaskan Taufik Hidayat Ditangkap, Bukan Menyerahkan Diri Seperti Narasi Viral
-
Viral! Pria Dilecehkan di Angkot Cipayung, Pelaku Dikepung Warga, Polisi Buru CCTV
-
Pilih Soroti MBG dan KDMP, Tiyo Ardianto Tak Ambil Pusing Temuan Alat Pelacak
-
Bahas Dinamika Bangsa, KSP Dudung Sampaikan Pesan Khusus untuk Para Purnawirawan
-
Malam Puncak HUT Jakarta 499: Konser Mahalini di Bundaran HI hingga Tarif Transportasi Rp1!
-
Jalanan Venezuela Dipenuhi Warga Hanya Pakai Piyama Pasca-Gempa Bumi, Kenapa?
-
Kematian Peserta KDMP dan KNMP Bukti Pendekatan Militeristik Tak Cocok untuk Warga Sipil!
-
Rieke Kritik Kasasi 'Paket Kilat' Nikita Mirzani, Kejagung Malah Puji: Bagus, Ada Kepastian Hukum
-
Richard Lee Heran Jadi Terdakwa, Padahal Produk Dibeli dari Toko Lain
-
Tiyo Ardianto Sebut Pelaporan Dirinya Jadi Ajang Cari Muka ke Presiden Prabowo