News / Nasional
Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:40 WIB
Diklat Manajer Kopdes Merah Putih (Instagram/pusdikkavpussenkav)
Baca 10 detik
  • Kepala BPSDM Kemhan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya lima peserta Latihan Dasar Militer program SPPI di berbagai lokasi.
  • Pelatihan bertujuan membentuk karakter manajer koperasi agar memiliki integritas, disiplin, dan profesionalisme tinggi dalam melayani masyarakat.
  • Kementerian Pertahanan berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pelaksanaan program guna memprioritaskan keselamatan peserta di masa mendatang.

Suara.com - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen Ketut Gede Wetan Pastia, menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Para peserta yang meninggal dunia tersebut merupakan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih yang tengah mengikuti tahapan Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Ketut Gede Wetan Pastia menegaskan bahwa latihan bela negara manajerial pada dasarnya merupakan tahapan untuk membentuk karakter para calon pengelola koperasi agar memiliki integritas dan disiplin yang tinggi.

"Kami kembali menegaskan bahwa latihan bela negara manajerial merupakan tahapan pembentukan karakter program SPPI yang bertujuan menanamkan disiplin, integritas, kepemimpinan, semangat gotong royong, profesionalisme, nasionalisme, serta kesiapan mengabdi kepada masyarakat," ujar Mayjen Ketut Gede dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Ia mengklarifikasi bahwa meskipun latihan dilakukan di lingkungan militer, tujuan utamanya bukan untuk mencetak prajurit tempur, melainkan menyiapkan pemimpin koperasi di tingkat desa dan nelayan.

"Program ini bukan dimaksudkan untuk membentuk prajurit, melainkan membentuk calon pengelola Koperasi Desa, Kelurahan Merah Putih, dan Kampung Nelayan Merah Putih yang memiliki karakter kuat, berintegritas, disiplin, mampu bekerja sama, dan siap melaksanakan tugas pengabdian," tambahnya.

Peserta latsarmil dari pengelola KDMP dan KNMP mengikuti upacara pembukaan pelatihan diklat di lapangan Dirgantara AAU, Yogyakarta, pada Rabu (17/6/2026). ANTARA/HO-Humas TNI AU

Menanggapi tragedi yang merenggut nyawa lima peserta tersebut, pihak Kemhan menyatakan empati yang mendalam kepada keluarga korban.

"Sekali lagi, kami menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para almarhum dan almarhumah," ucapnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, Kementerian Pertahanan berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pelaksanaan Program SPPI. Hal ini dilakukan guna memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas utama pada masa mendatang.

Baca Juga: Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

"Kementerian Pertahanan berkomitmen terus melakukan evaluasi, perbaikan, dan penyempurnaan penyelenggaraan program agar berlangsung semakin aman, profesional, akuntabel, dan mengutamakan keselamatan seluruh peserta," pungkasnya.

Untuk diketahui, jumlah peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) yang meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bertambah menjadi lima orang.

Peserta kelima yang dilaporkan meninggal dunia adalah almarhumah Nola Dya Sari, yang tergabung dalam satuan pendidikan Dodik Bela Negara Kalimantan.

Load More