News / Nasional
Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:53 WIB
Ilustrasi - Diklat Manajer Kopdes Merah Putih (Instagram/pusdikkavpussenkav)
Baca 10 detik
  • Kementerian Pertahanan RI menyampaikan duka cita atas meninggalnya lima peserta Latsarmil Program SPPI calon manajer koperasi di Indonesia.
  • Peserta kelima bernama Nola Dya Sari meninggal dunia di RSUD Abdul Aziz Singkawang pada Jumat, 26 Juni 2026 lalu.
  • Pihak Kemhan memberikan santunan serta memfasilitasi pemulangan jenazah sebagai bentuk tanggung jawab penuh kepada keluarga para korban meninggal.

Suara.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menyampaikan duka cita mendalam atas bertambahnya jumlah peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) yang meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).

Dengan adanya laporan terbaru, total peserta yang wafat kini berjumlah lima orang.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen Ketut Gede Wetan Pastia, dalam keterangan resminya menyampaikan bela sungkawa kepada seluruh keluarga korban Program SPPI calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

"Pertama-tama, atas nama Kementerian Pertahanan, panitia seleksi nasional, dan seluruh penyelenggara program SPPI, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya lima peserta program yang sedang mengikuti latihan. Kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga almarhum dan almarhumah," ujar Mayjen Ketut Gede dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Peserta kelima yang dilaporkan meninggal dunia adalah almarhumah Nola Dya Sari, yang tergabung dalam satuan pendidikan Dodik Bela Negara Kalimantan.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan, musibah ini terjadi pada Jumat, 26 Juni 2026.

Sebelum kejadian, almarhumah dilaporkan mengikuti kegiatan pembelajaran sosiologi dan teknik perkebunan di dalam kelas tanpa ada keluhan kesehatan. Namun, kondisinya mulai menurun menjelang malam hari.

"Sekitar pukul 18.45 WIB, almarhumah mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas. Tim kesehatan segera memberikan penanganan awal dan merujuk yang bersangkutan ke IGD Rumah Sakit Singkawang," jelas Ketut.

Peserta latsarmil dari pengelola KDMP dan KNMP mengikuti upacara pembukaan pelatihan diklat di lapangan Dirgantara AAU, Yogyakarta, pada Rabu (17/6/2026). ANTARA/HO-Humas TNI AU

Setibanya di IGD pada pukul 19.20 WIB, Nola langsung mendapatkan penanganan medis. Karena membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif, pasien kemudian dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang.

Baca Juga: Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

"Sekitar pukul 20.20 WIB, pasien tiba di RSUD Abdul Aziz. Dalam proses penanganan medis lanjutan, terjadi henti jantung sehingga tim medis melakukan tindakan resusitasi jantung dan kardioversi. Namun, meski berbagai upaya maksimal telah dilakukan, kondisi pasien tidak dapat dipulihkan. Almarhumah dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.03 WIB," ungkapnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai kondisi fisik peserta, pihak Kemhan menegaskan bahwa seluruh peserta, termasuk almarhumah Nola Dya Sari, telah melalui tahapan seleksi kesehatan yang ketat sebelum pendidikan dimulai.

"Yang bersangkutan dinyatakan memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku, dengan catatan kelebihan berat badan (overweight). Saat ini, kami terus mendalami hasil evaluasi medis untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi yang dialami," tambahnya.

Pihak penyelenggara memastikan telah melakukan pendampingan penuh kepada keluarga korban, termasuk memfasilitasi proses pemulangan jenazah ke kampung halaman.

Kemhan juga menjamin pemberian santunan sesuai ketentuan serta membantu pengurusan hak-hak peserta sebagai bentuk tanggung jawab organisasi.

Sebelumnya, Kemhan mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia sebelumnya adalah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, peserta Program SPPI tersebut.

Rifki Renaldi merupakan peserta yang sedang mengikuti pendidikan di Satdik Yon Para Raider 465. Ia menjadi peserta Latsarmil keempat yang meninggal dunia.

Load More