-
Pria asal Australia ditangkap di Bandara Bangkok atas dugaan pembunuhan remaja di Pattaya.
-
Polisi mengamankan bukti rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan pelaku membawa koper berisi jasad.
-
Keluarga korban menuntut hukuman mati akibat tindakan keji mengeksploitasi anak bawah umur tersebut.
Suara.com - Pelarian seorang pria asal Australia yang diduga menghabisi nyawa remaja perempuan di Pattaya berakhir tragis di gerbang keberangkatan bandara. Korban yang baru berusia 17 tahun ditemukan tak bernyawa di dalam sebuah koper.
Langkah cepat kepolisian Thailand berhasil menjegal tersangka saat bersiap menaiki pesawat menuju negara asalnya. Penangkapan di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok ini mengungkap tabir kejahatan lintas negara yang memilukan.
Tragedi ini menyoroti kerentanan remaja lokal di pusat pariwisata yang kerap menjadi target eksploitasi oleh warga asing. Investigasi intensif langsung bergulir guna menyeret pelaku ke meja hijau.
Otoritas keamanan mengidentifikasi tersangka pembunuhan sadis ini sebagai Simon Peter Carman, seorang turis paruh baya. Tuduhan berat kini berlapis di pundaknya, mulai dari pembunuhan hingga eksploitasi seksual anak.
Aparat bergerak setelah menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di area kondominium tempat korban terakhir terlihat. Rekaman tersebut memperlihatkan tersangka keluar sendirian sambil membawa sebuah koper besar.
Melalui akun media sosial resminya, polisi menyebut Carman membawa koper itu dengan sepeda motor menuju area rerumputan dekat jalur kereta api. Di sanalah jasad korban disembunyikan untuk menghilangkan jejak kejahatan.
Sebelum dipindahkan ke Pengadilan Provinsi Pattaya, pria berusia 40-an tahun ini sempat menyampaikan pesan singkat di ruang interogasi. Dia mengklaim situasi tersebut terjadi di luar kemampuannya.
“Saya merasa bersalah atas apa yang terjadi pada putri Anda. Itu di luar kendali saya,” kata Carman di hadapan penyidik.
Pernyataan dingin tersebut memicu luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan di pemukiman lokal. Ayah korban kini berjuang melewati masa-masa paling kelam dalam hidupnya.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Intip Keseruan Event Besar Thai Festival Jakarta 2026
Sang ayah, Thongchai Donhomla, mengenang putrinya sebagai sosok mandiri yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu kandung. Remaja itu selalu berusaha mencari jalan keluar mandiri demi meringankan beban keluarga.
“Saya sangat sedih. Putri saya tidak memiliki ibu, jadi kapan pun dia menginginkan sesuatu, dia akan mencari jalan sendiri, dan dia juga selalu membantu saya,” ujar Thongchai dengan penuh kedukaan.
Kepedihan serupa diungkapkan oleh ibu tiri korban, Oradee Bussarakum, yang menuntut keadilan tertinggi bagi pelaku. Dirinya mendesak aparat penegak hukum untuk menjatuhkan vonis maksimal tanpa ampun.
“Saya memberi tahu polisi bahwa saya ingin dia dieksekusi. Sebagai seorang ibu (tiri), saya tidak tahu harus berkata apa lagi … Saya hanya ingin dia menghadapi konsekuensi sepenuhnya,” tegas Oradee.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum merilis jadwal pasti persidangan perdana bagi warga negara Australia tersebut. Proses hukum masih terus berjalan guna melengkapi seluruh berkas dakwaan.
Pattaya yang berjarak sekitar 150 kilometer dari ibu kota Bangkok dikenal sebagai salah satu destinasi wisata utama di Thailand. Namun, kawasan ini juga menyimpan tantangan besar terkait pengawasan keamanan warga lokal dari ancaman kejahatan luar negeri.
Kasus pembunuhan remaja di dalam koper ini memicu desakan publik terhadap pengetatan aturan keimigrasian dan perlindungan anak di bawah umur. Pihak berwenang kini memperketat pengawasan di area-area rawan guna mencegah terulangnya tragedi serupa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
DPR Minta Kasus Judi Online Rp13,9 Triliun Tak Berhenti di Operator, Bos Besar Harus Diungkap
-
Roy Suryo Telat Masuk Ruang Sidang: Tadi Saya Harus Wajib Lapor Dulu di Kejaksaan Jaksel
-
Gagal Sembunyi! Penyelundup 325 Kg Sabu Thailand Gunakan Chat Enkripsi Militer Ditangkap Bareskrim
-
Ada Bukti CCTV! Korban Pencurian di Jakpus Protes Kasus Malah Dihentikan Polisi
-
Gugat Polisi dan Jaksa di Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo Jalani Sidang Praperadilan Hari Ini
-
Media Iran Terang-terangan Sebut Teheran Tak Punya Pilihan Perlu Bangun Senjata Nuklir
-
Gambir Siaga! 1.045 Polisi Kawal Demo Mahasiswa Paniai dan Front Anti Militerisme
-
Iran Serukan Negara Tetangga Blokir Pesawat Tempur Asing Demi Kedamaian di Timur Tengah
-
Evakuasi Berjam-jam Pakai Alat Berat, Balita di Tebet Tewas Terperosok Lubang Proyek 4 Meter
-
Amerika: Perdamaian AS - Iran Tidak Batal, Meski Ada Baku Tembak