News / Internasional
Senin, 29 Juni 2026 | 14:20 WIB
Cincin Olimpiade terlihat di Menara Eiffel, Paris, Prancis Jumat (7/6/2024). [Ludovic MARIN / AFP]
Baca 10 detik
  • Suhu ekstrem di Prancis memicu seribu angka kematian berlebih yang didominasi para lansia.

  • Kasus fatalitas di dalam rumah mengalami lonjakan drastis hingga mencapai 40 persen.

  • Rumah sakit tetap mengalami tekanan berat akibat komplikasi penyakit dari paparan hawa panas.

Suara.com - Lonjakan suhu panas ekstrem di Prancis memicu lonjakan angka kematian mendadak hingga mencapai 1.000 kasus berlebih.

Mayoritas korban jiwa yang tumbang didominasi oleh kelompok masyarakat lanjut usia di atas 65 tahun.

Kondisi fatal ini diperparah oleh fenomena lonjakan kematian di area tempat tinggal atau rumah.

Angka fatalitas di lingkungan domestik tersebut dilaporkan meroket drastis hingga menyentuh angka 40 persen.

Warga memotret terik matahari di Denpasar, Bali, Rabu (5/2/2025). BBMKG Wilayah III Denpasar mengungkapkan suhu panas mencapai maksimum 36 derajat Celcius atau kategori ekstrem tercatat di Stasiun BMKG Sanglah dan Jembrana. [ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna]

Menteri Kesehatan Prancis, Stephanie Rist, menyatakan situasi darurat ini belum sepenuhnya mereda bagi publik.

"Jumlah kematian yang lebih tinggi dari biasanya,” kata Stephanie Rist seperti dilaporkan stasiun televisi BFMTV.

Petugas ambulans darurat Paris atau SAMU terus berkejaran dengan waktu menangani ratusan pasien kritis.

Pada hari Sabtu saja tercatat 80 korban meninggal termasuk puluhan kasus serangan jantung mendadak.

Jumlah penanganan fatalitas tersebut melandai tipis jika dibandingkan data hari Jumat dengan 109 kematian.

Baca Juga: Negeri Sakura Berduka, Seniman Multitalenta Akihiro Miwa Meninggal Dunia

Pemerintah menegaskan data internal SAMU ini belum mencakup akumulasi total korban di seluruh ibu kota.

Meski badai petir besar mulai menurunkan suhu udara, ruang perawatan intensif rumah sakit masih lumpuh.

Tim medis harus berjibaku merawat pasien komplikasi kronis yang baru muncul pasca-paparan hawa panas.

Gelombang hawa panas yang membakar wilayah Prancis ini telah berlangsung selama 11 hari berturut-turut.

Kondisi atmosfer sempat berganti ketegangan saat ratusan ribu sambaran petir menggelegar di langit utara.

Status siaga tingkat oranye kini masih dipertahankan di puluhan wilayah penting termasuk sekitar Paris.

Otoritas kesehatan mengimbau warga sebatang kara dan lansia untuk tetap mengisolasi diri di tempat sejuk.

Load More