-
Suhu ekstrem di Prancis memicu seribu angka kematian berlebih yang didominasi para lansia.
-
Kasus fatalitas di dalam rumah mengalami lonjakan drastis hingga mencapai 40 persen.
-
Rumah sakit tetap mengalami tekanan berat akibat komplikasi penyakit dari paparan hawa panas.
Suara.com - Lonjakan suhu panas ekstrem di Prancis memicu lonjakan angka kematian mendadak hingga mencapai 1.000 kasus berlebih.
Mayoritas korban jiwa yang tumbang didominasi oleh kelompok masyarakat lanjut usia di atas 65 tahun.
Kondisi fatal ini diperparah oleh fenomena lonjakan kematian di area tempat tinggal atau rumah.
Angka fatalitas di lingkungan domestik tersebut dilaporkan meroket drastis hingga menyentuh angka 40 persen.
Menteri Kesehatan Prancis, Stephanie Rist, menyatakan situasi darurat ini belum sepenuhnya mereda bagi publik.
"Jumlah kematian yang lebih tinggi dari biasanya,” kata Stephanie Rist seperti dilaporkan stasiun televisi BFMTV.
Petugas ambulans darurat Paris atau SAMU terus berkejaran dengan waktu menangani ratusan pasien kritis.
Pada hari Sabtu saja tercatat 80 korban meninggal termasuk puluhan kasus serangan jantung mendadak.
Jumlah penanganan fatalitas tersebut melandai tipis jika dibandingkan data hari Jumat dengan 109 kematian.
Baca Juga: Negeri Sakura Berduka, Seniman Multitalenta Akihiro Miwa Meninggal Dunia
Pemerintah menegaskan data internal SAMU ini belum mencakup akumulasi total korban di seluruh ibu kota.
Meski badai petir besar mulai menurunkan suhu udara, ruang perawatan intensif rumah sakit masih lumpuh.
Tim medis harus berjibaku merawat pasien komplikasi kronis yang baru muncul pasca-paparan hawa panas.
Gelombang hawa panas yang membakar wilayah Prancis ini telah berlangsung selama 11 hari berturut-turut.
Kondisi atmosfer sempat berganti ketegangan saat ratusan ribu sambaran petir menggelegar di langit utara.
Status siaga tingkat oranye kini masih dipertahankan di puluhan wilayah penting termasuk sekitar Paris.
Otoritas kesehatan mengimbau warga sebatang kara dan lansia untuk tetap mengisolasi diri di tempat sejuk.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Naik Pitam! Roy Suryo Semprot Pendukung Jokowi yang Mau Intervensi Sidang Praperadilan
-
Dibalik Mandatori Biodiesel Sawit B50, Potensi Deforestasi Setara 22 Kali Luas Jakarta Mengintai
-
Tragedi Latsarmil Kopdes, Komnas HAM Didesak Investigasi Program Pemerintah Berpotensi Langgar HAM
-
PKB Tak Toleransi: Ancam Sanksi Tegas Anggota DPRD TTU yang Mabuk dan Intimidasi dr Icha!
-
MagangHub Angkatan II Dibuka, Pemerintah Sediakan 150 Ribu Kuota dan Uang Saku hingga Rp 6 Juta
-
Ekonomi Indonesia Bak Timnas di Piala Dunia, Mensesneg: Semua Lini Harus Kompak
-
Jokowi Injak Kepala Kerbau, PDIP Tertawa
-
Bocah 4 Tahun Tewas Terjeblos Lubang Galian di Manggarai, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian
-
Warga Kampung Bayam Geruduk Balai Kota, Tagih Janji Pramono soal Hunian dan Hak Dasar
-
Ribuan Pengungsi di Indonesia Belasan Tahun Tanpa Kejelasan, Ini Penjelasan UNHCR