News / Nasional
Senin, 29 Juni 2026 | 15:32 WIB
Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Hotman Paris menduga Razman Arif Nasution menggunakan ponsel di Lapas Kelas I Cipinang setelah resmi dipenjara Selasa kemarin.
  • Razman diduga masih mengirim pesan singkat kepada orang terdekat meski sedang menjalani hukuman kasus pencemaran nama baik.
  • Hotman mendesak Kalapas Cipinang memeriksa kamar Razman karena adanya dugaan penggunaan ponsel serta fasilitas sel yang tidak wajar.

Suara.com - Pengacara Hotman Paris Hutapea kembali melontarkan kritik keras terhadap pengawasan di Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur.

Kali ini, Hotman menduga terpidana kasus pencemaran nama baik, Razman Arif Nasution, bebas memegang dan menggunakan ponsel di dalam sel tahanan.

Dugaan ini muncul setelah orang-orang terdekat Razman dilaporkan masih menerima pesan singkat dari yang bersangkutan.

Padahal, advokat berdarah Batak tersebut baru saja dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Utara ke Lapas Cipinang pada Selasa (25/6/2026) untuk menjalani hukuman satu tahun enam bulan penjara atas kasus pencemaran nama baik terhadap Hotman Paris.

Hotman mendesak Kalapas Kelas I Cipinang segera melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh ke kamar tahanan Razman untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

"Orang-orang terdekat dari Razman bisa mendapatkan pesan-pesan WhatsApp dari dalam, dari dalam lapas. Coba dicek handphone apa yang dipakai oleh Razman di tahanan," kata Hotman Paris dalam unggahan Instagram-nya, Minggu (28/6/2026).

Ia menilai penggunaan alat komunikasi di dalam sel merupakan pelanggaran aturan pemasyarakatan.

Hotman meminta pihak lapas bersikap tegas dan memeriksa kamar khusus yang ditempati oleh rival hukumnya tersebut.

"Bapak Kalapas coba dicek handphone apa yang dipakai oleh Razman di ruang tahanan, di ruangan yang benar-benar khusus, ya... coba dicek, ya," desak Hotman Paris.

Baca Juga: Dalih Bobot 170 Kg Bikin Razman Dapat Sel 'Mewah', Hotman Paris Somasi Kalapas Cipinang!

Selain itu, sebelumnya, Hotman Paris juga mempermasalahkan sel yang ditempati sang rival.

Hotman menyebut Razman diberikan fasilitas istimewa berupa kamar sel dengan kasur dan melewati Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling) selama minimal dua minggu secara bersama-sama di dalam satu sel komunal tanpa fasilitas kasur.

Alasan yang diberikan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan juga membuat Hotman naik darah, yakni karena bobot tubuh Razman yang mencapai 170 kilogram.

"Alasan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dan juga Kepala Lapas Cipinang Kelas 1 adalah katanya karena Razman badannya gendut, 170 kilogram, sehingga dikhawatirkan tidak kuat turun naik tangga," tutur Hotman.

"Benar-benar itu alasan yang kayaknya sih dibuat-buat. Karena apa? Sudah puluhan tahun selama kariernya, Razman itu badannya gendut. Waktu dia berkali-kali bikin video atau ikut di TV yang mengejek-ejek Presiden Prabowo, juga badannya dalam keadaan gendut. Juga pada waktu dia teriak-teriak sama hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Utara... juga badannya gendut," imbuhnya.

Load More