- Pemprov DKI Jakarta mendeklarasikan status ODF Komitmen di Kelurahan Tomang, Jakarta Barat, pada Senin, 29 Juni 2026 mendatang.
- Kondisi lapangan menunjukkan banyak warga belum memiliki akses sanitasi tertutup yang layak sesuai standar program STBM pemerintah.
- Pemerintah akan mengevaluasi serta berkolaborasi dengan sektor swasta untuk memastikan pemenuhan fasilitas MCK bagi seluruh warga kota.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar deklarasi Open Defecation Free (ODF) di Kelurahan Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (29/6/2026).
Deklarasi yang berlangsung di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Mandala itu dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah, sebagai bagian dari program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Namun di balik seremoni itu tersimpan kenyataan yang kontras. Banyak warga setempat ternyata masih belum menggunakan fasilitas sanitasi tertutup.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah secara terang-terangan mengakui adanya kesenjangan antara deklarasi dan kondisi nyata di lapangan.
"Ketika kami melakukan pengecekan di lapangan, ternyata masih banyak warga Kelurahan Tomang yang belum menggunakan sanitasi tertutup. Karena itu, kami melakukan evaluasi bersama lurah, camat, dan seluruh tim agar target tersebut dapat tercapai," kata Iin.
Status yang diraih Kelurahan Tomang pun bukan ODF penuh, melainkan ODF Komitmen, sebuah tingkatan yang mensyaratkan janji serta kesanggupan, dan masih jauh dari kata tuntas.
Salah satu syarat untuk memperoleh status tersebut ialah sedikitnya 500 kepala keluarga telah menggunakan fasilitas sanitasi yang memenuhi standar. Di Tomang, syarat itu masih belum sepenuhnya terpenuhi.
"Kami akan melakukan pengecekan berbasis data untuk mengetahui warga yang belum memiliki akses MCK yang layak. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk menghadirkan kolaborasi yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat," tutur Iin.
Pemenuhan kebutuhan sanitasi dasar warga ibu kota ini turut ditopang oleh dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), salah satunya dari Bank Jakarta yang turut membangun MCK komunal di kawasan padat penduduk.
Baca Juga: Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
"Kolaborasi antara pemerintah, sektor usaha, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun Jakarta yang modern, sehat, dan berdaya saing," kata Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo.
Bergabungnya Kelurahan Tomang membuat jumlah kelurahan berstatus ODF Komitmen di Jakarta kini mencapai 194 kelurahan, atau 72,65 persen dari total kelurahan yang ada.
Meski masih harus berjibaku memastikan warganya memiliki tempat buang air besar yang layak, Pemprov DKI tetap optimis bahwa langkah ini merupakan bagian dari ikhtiar menuju kota global saat 500 tahun nanti.
"Ini menunjukkan Jakarta dapat menjadi kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga unggul dalam kualitas kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat," pungkas Rano.
Berita Terkait
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis
-
Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan
-
Roy Suryo Jalani Sidang Perdana Praperadilan Terkait Kasus Ijazah Jokowi
-
Demi Jakarta Bebas Polusi, 100 Mikrotrans Listrik Siap Mengaspal 2027
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali