- Dayana Patino dan bayinya selamat setelah terjebak di bawah reruntuhan bangunan akibat gempa di La Guaira, Venezuela.
- Korban berhasil bertahan hidup selama lebih dari 30 jam meski tertimbun puing bangunan sebelum ditemukan tim penyelamat.
- Keberhasilan evakuasi ibu dan bayi tersebut memberikan secercah harapan di tengah bencana yang menewaskan 1.450 orang lebih.
Suara.com - Kisah menyentuh datang dari bencana gempa Venezuela.
Seorang ibu muda, Dayana Patino, berhasil bertahan hidup selama lebih dari 30 jam di bawah reruntuhan bersama bayi laki-lakinya yang baru berusia 18 hari.
Dayana ditemukan di antara puing bangunan yang runtuh di La Guaira setelah dua gempa besar menghantam wilayah tersebut.
Ia mengaku kekuatan untuk bertahan datang dari sang bayi, Juan David.
“Selama dia masih hidup, saya juga akan tetap hidup. Sesekali saya menyentuh hidungnya untuk memastikan dia masih bernapas,” ujar Dayana, seperti dikutip dari BBC.
Bayi yang masih sangat rentan itu menjadi simbol harapan di tengah tragedi yang menewaskan sedikitnya 1.450 orang.
Hingga kini, puluhan ribu warga masih dilaporkan hilang, sementara tim penyelamat terus berpacu dengan waktu.
Saat gempa pertama terjadi, Dayana tengah berada di apartemennya di lantai delapan.
Ia sempat mengira getaran hanya ringan, sebelum akhirnya bangunan runtuh dan menjebaknya bersama sang bayi.
Baca Juga: Korban Gempa Venezuela Tembus 1400 Jiwa, Infrastruktur Negara Lumpuh Total
“Saya merasa seperti terbang, lalu seolah tenggelam di tanah. Saya tidak tahu bagaimana saya tidak melepaskan bayi saya,” tuturnya.
Dalam kondisi terjepit beton dan tak bisa bergerak, Dayana memilih menghemat tenaga.
Ia hanya berteriak saat mendengar suara di sekitarnya, berharap ada yang menemukan posisinya.
Kakinya terjepit reruntuhan, sementara kepalanya tertekan batu.
Meski demikian, ia mengaku tetap tenang dan terus berusaha menjaga bayinya tetap hidup.
Harapan muncul saat ia mendengar suara sang kakak memanggil namanya. Dengan sisa tenaga, Dayana berteriak keras hingga akhirnya tim penyelamat menemukan lokasi mereka.
Berita Terkait
-
Korban Gempa Venezuela Tembus 1400 Jiwa, Infrastruktur Negara Lumpuh Total
-
Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Pesan Terakhir Istri Pemain Argentina Sebelum Ditemukan Tewas Bersama Anak di Gempa Venezuela
-
Kabar Duka! Wonderkid Venezuela Ditemukan Tewas di Tengah Reruntuhan Gempa
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam
-
China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun
-
Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik