-
Gempa bumi kembar berkekuatan besar menewaskan lebih dari 1.400 orang di Venezuela.
-
Kerusakan jembatan dan jalan memicu kelangkaan pangan akut di kota La Guaira.
-
Warga mengkritik minimnya fasilitas evakuasi pemerintah di tengah situasi darurat pascabencana.
Suara.com - Gempa bumi kembar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 menghancurkan wilayah utara Venezuela dalam hitungan detik. Bencana mematikan ini merenggut lebih dari 1.400 nyawa dan memutus total akses logistik ke wilayah terdampak parah.
Runtuhnya jembatan dan jalan utama membuat distribusi bantuan pangan serta air bersih lumpuh total. Kondisi ini memaksa warga lokal di kota pelabuhan La Guaira mengambil barang kebutuhan pokok dari toko-toko demi bertahan hidup.
Kelumpuhan ini membuka mata dunia mengenai rapuhnya manajemen infrastruktur darurat di negara tersebut. Pemerintah dinilai tidak siap menghadapi bencana besar di tengah krisis kemandirian ekonomi yang sudah lama berlangsung.
Presiden Pelaksana Delcy Rodríguez menegaskan kepada rakyat Venezuela bahwa mereka tidak berjalan sendirian menghadapi petaka ini. Namun, di lapangan, gerak lambat tim penyelamat membuat keluarga korban terpaksa menggali reruntuhan secara mandiri.
“Hari-hari yang sangat berat akan segera tiba,” kata Neida Pernilla, seorang warga Caracas.
“Menurut saya, kita harus belajar dari segala hal yang sedang kita alami. Bahwa hidup ini singkat—hanya sesaat. Kita harus bersyukur kepada Tuhan, Bunda Maria, atau kepada siapa pun yang kita yakini, atas kenyataan bahwa kita masih hidup; dan kita perlu menjadi lebih manusiawi, lebih kooperatif, serta lebih rendah hati.”
Ketidakpastian nasib ribuan orang yang hilang memicu ketegangan hebat di lingkungan padat penduduk hingga kawasan elite. Harapan kian menipis seiring berjalannya waktu emas evakuasi 72 jam di bawah sengatan cuaca tropis.
Bau menyengat dari material yang membusuk memaksa warga mengenakan masker saat mendekati puing-puing bangunan. Rasa duka yang mendalam menyelimuti setiap sudut kota, terutama di wilayah pesisir Playa Los Cocos.
“Kami, pihak keluarga, yang berupaya membongkar puing-puing demi menemukan kerabat kami,” ujar warga lokal Mileidy Duque, 43 tahun.
Baca Juga: Pesan Terakhir Istri Pemain Argentina Sebelum Ditemukan Tewas Bersama Anak di Gempa Venezuela
“Ibu saya yang berusia 82 tahun, saudara laki-laki saya, putri saya, serta kekasihnya masih belum ditemukan.”
“Situasi ini sungguh menyedihkan, bukan hanya bagi saya, melainkan bagi seluruh Venezuela. Saya tak bisa berkata-kata untuk menggambarkan bagaimana rasanya saat diliputi ketakutan bahwa keluarga Anda terjebak di sana,” kata Duque kepada CNN.
“Saya merasa tak berdaya; situasinya sangat sulit.”
Bagi masyarakat La Guaira, bencana ini membangkitkan ingatan kelam pada tragedi tanah longsor besar Desember 1999 silam. Kala itu, Universitas Sentral Venezuela memperkirakan hampir 15.000 orang tewas tanpa ada angka resmi pemerintah.
Lindomar Milla, warga lain yang kehilangan saudaranya, membandingkan kedua peristiwa mengerikan tersebut di luar kamar jenazah Caracas. Ia melihat kehancuran kali ini jauh lebih masif dan tidak terduga.
“Hati saya hancur, namun saya bersyukur kepada Tuhan karena saya tahu di mana mereka berada,” ujar Milla kepada CNN.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Pakar UGM Nilai Pelatihan Militer untuk Manajer Koperasi Salah Arah
-
KPK Minta RS Polri Segera Tuntaskan Perawatan Gus Yaqut
-
Roy Suryo: Penangkapan Saya Seperti Film G30S/PKI, Polisi Masuk Kamar dan Larang Mandi!
-
Sadis Kasus Mayat Dalam Koper di Thailand, Warga Australia Bunuh Perempuan 17 Tahun
-
DPR Minta Kasus Judi Online Rp13,9 Triliun Tak Berhenti di Operator, Bos Besar Harus Diungkap
-
Roy Suryo Telat Masuk Ruang Sidang: Tadi Saya Harus Wajib Lapor Dulu di Kejaksaan Jaksel
-
Gagal Sembunyi! Penyelundup 325 Kg Sabu Thailand Gunakan Chat Enkripsi Militer Ditangkap Bareskrim
-
Ada Bukti CCTV! Korban Pencurian di Jakpus Protes Kasus Malah Dihentikan Polisi
-
Gugat Polisi dan Jaksa di Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo Jalani Sidang Praperadilan Hari Ini
-
Media Iran Terang-terangan Sebut Teheran Tak Punya Pilihan Perlu Bangun Senjata Nuklir