Suara.com - Kementerian Sosial melibatkan 2.000 Taruna TNI-Polri untuk memperkuat pendidikan karakter siswa Sekolah Rakyat di 178 titik penyelenggaraan di seluruh Indonesia. Program pendampingan tersebut berlangsung lima hari pada 3-7 Agustus 2026.
Para taruna TNI-Polri dengan dukungan 365 perwira pendamping akan diterjunkan secara serentak dengan prinsip aman, tertib, edukatif, dan terkoordinasi di setiap lokasi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan keterlibatan para taruna dibutuhkan untuk membantu membangun karakter siswa Sekolah Rakyat, terutama pada masa awal pembelajaran.
“Ini adalah hal yang memang dibutuhkan oleh (siswa) Sekolah Rakyat karena kepada para Taruna, siswa Sekolah Rakyat bisa belajar banyak terutama terkait dengan bagaimana menumbuhkan kedisiplinan positif, tanggung jawab, dan kemandirian,” kata Gus Ipul didampingi Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, kehadiran para taruna juga diharapkan mampu memperkuat wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air, sekaligus membangun ruang tumbuh yang edukatif, ramah anak, dan penuh keteladanan.
Dalam program tersebut, para taruna akan berperan sebagai kakak asuh dan sahabat belajar serta teladan karakter bagi siswa.
“Misal sebagai kakak asuh, mendampingi dan memberi contoh perilaku sehari-hari yang positif. Teladan karakter, menanamkan disiplin, kepedulian sosial, dan cinta Indonesia. Jadi sahabat belajar, dengan mengajak mengenal potensi diri, kerjasama, dan keberanian mencoba,” jelas Gus Ipul.
Ia menegaskan seluruh kegiatan dirancang untuk membangun karakter siswa secara utuh dengan pendekatan edukatif. Materi yang diberikan meliputi penguatan karakter dan kepribadian, wawasan kebangsaan dan cinta Tanah Air, kedisiplinan positif dan tanggung jawab, keterampilan kepramukaan, ketangguhan diri, kerja sama, hingga kepedulian sosial.
“Tentu pelaksanaannya berpedoman kepada kegiatan-kegiatan bersifat edukatif, inspiratif, dan berorientasi pada kepentingan terbaik siswa,” kata Gus Ipul.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Hampir Rampung, Siap Beroperasi 14 Juli
Ia menilai masa awal pembelajaran menjadi momentum penting bagi siswa maupun guru untuk saling beradaptasi. Karena itu, pendampingan dari para taruna diharapkan dapat membantu proses adaptasi siswa di lingkungan baru.
Menurut Gus Ipul, dampak yang diharapkan siswa Sekolah Rakyat dapat tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga kuat mental, percaya diri dan berkarakter.
“Kita harapkan siswa Sekolah Rakyat nanti bisa lebih percaya diri, mengenal potensi, lebih disiplin secara positif dan bertanggung jawab, mampu bekerja sama dan menghargai sesama, serta bangga menjadi anak Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan ini Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi kepada Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri Pertahanan atas dukungan terhadap program Sekolah Rakyat.
“Terima kasih Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri Pertahanan yang memberikan kesempatan para taruna di Akademi Militer dan Akademi Kepolisian untuk memberikan pendampingan dan pembelajaran kepada siswa-siswa Sekolah Rakyat,” pungkasnya.***
Berita Terkait
-
Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Hampir Rampung, Siap Beroperasi 14 Juli
-
Wamensos Tinjau Sekolah Rakyat Permanen di Kulon Progo, Progres Pembangunan Capai 91 Persen
-
Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen
-
Kisah Siswa Sekolah Rakyat Ditayangkan pada Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 di Bogor
-
Komdigi dan Universitas Brawijaya Bangun Sistem AI Pendukung Sekolah Rakyat
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Apa Penyebab Rambut Patah, Lengkap Cara Pencegahan dan Perawatannya
-
Aparat Gabungan Musnahkan 525 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing
-
Drama Mees Hilgers Belum Usai, Balik ke FC Twente Malah Latihan di Tim B
-
Hening Cipta di Istana, Prabowo Ajak Rakyat Doakan Korban Bencana NTT dan Wilayah Lain
-
Spesial HUT RI ke-81, Belanja di SBL Langsung Dapat Diskon dari BRI
-
Purbaya Siapkan Rp 5 Triliun buat Bencana Gempa NTT, Siap Tambah Anggaran Jika Kurang
-
Tragedi Berdarah Register 45 Mesuji: Paman Tewas Ditusuk Besan Gara-gara Panggil Nama Adik
-
Aksi Nyata Jakarta untuk NTT: ASN Pemprov DKI Patungan Rp3,8 Miliar Bantu Korban Gempa
-
7 Perabot Rumah yang Dipercaya Membawa Feng Shui Baik
-
Honor Paskibraka 2026 Berapa? Ini Besaran Uang Saku dan Aturan Resminya