News / Nasional
Kamis, 02 Juli 2026 | 17:26 WIB
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meninjau pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Jombor, Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026). (Dok. Kemensos)

Suara.com - Pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, telah mencapai 90 persen. Sekolah gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu ini ditargetkan mulai beroperasi pada 14 Juli 2026.

"Alhamdulillah, sudah 90 persen lebih, kita bersyukur SD, SMP, SMA sudah tinggal 10 persen. Itu artinya, pembukaan mulai 14 Juli masa penerimaan siswa sudah bisa dilakukan, sehingga tahun ajaran tahun ini sudah mulai bisa dilaksanakan," kata Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar usai meninjau pembangunan sekolah di Jombor, Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026).

Turut mendampingi dalam peninjauan itu, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono.

Sekolah Rakyat Sukoharjo berdiri di atas lahan seluas 5,2 hektare. Sekolah ini memiliki kapasitas menampung 1.080 siswa dalam 36 rombongan belajar (rombel) yang terdiri atas jenjang SD, SMP, dan SMA.

Rinciannya, 18 rombel SD dengan kapasitas 540 siswa, sembilan rombel SMP berkapasitas 270 siswa, serta sembilan rombel SMA berkapasitas 270 siswa.

Dalam kesempatan ini, Muhaimin Iskandar, Agus Jabo, dan rombongan meninjau sarana dan prasarana di gedung SMA yang memiliki dua lantai dan telah hampir rampung. Peninjauan dimulai dari ruang kepala sekolah, ruang guru, hingga laboratorium.

Sejumlah fasilitas penunjang, seperti kursi, meja, dan kipas angin mulai dirakit serta ditata di setiap ruangan. Muhaimin Iskandar menyatakan fasilitas maupun gedung di Sekolah Rakyat Sukoharjo sangat baik dan mendukung proses pembelajaran siswa.

"Sangat bagus, sangat layak, dan ini akan meningkatkan rasa percaya diri adik-adik kita yang dari Desil 1, yang diprioritaskan bersekolah di sini adalah yang paling miskin," ujarnya.

Muhaimin Iskandar berharap seluruh pihak, terutama Kementerian Sosial dan pemerintah daerah, terus bersinergi sehingga gedung beserta seluruh fasilitas di dalamnya dapat terjaga dengan baik.

Baca Juga: Wamensos Tinjau Sekolah Rakyat Permanen di Kulon Progo, Progres Pembangunan Capai 91 Persen

"Karena itu, yang paling penting adalah bagaimana agar maintenance, perawatannya yang harus betul-betul disinergikan atau dikolaborasikan antara Kemensos sama pemerintah daerah. Karena ini tanahnya memang milik pemerintah daerah," tegas Muhaimin Iskandar.

Adapun sarana dan prasarana di Sekolah Rakyat Sukoharjo meliputi ruang kelas, laboratorium komputer, laboratorium fisika, asrama siswa putra dan putri, rumah susun guru, ruang guru, masjid, kantin, dapur, ruang makan, amfiteater, lapangan basket, lapangan mini soccer, serta gedung serbaguna.

Wamensos Agus Jabo menambahkan proses penjangkauan murid, khususnya jenjang SD, masih terus dilakukan.

"Kita akan coba terus supaya nanti bisa memenuhi kuota. Karena orang tua kan masih susah ya, (jenjang) SD melepaskan anaknya untuk di-boarding (asrama), masih susah," ungkap Agus Jabo.

Agus Jabo menjelaskan para orang tua nantinya dapat menjenguk anaknya selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat. Bahkan, pemerintah telah menyiapkan guest house untuk menampung orang tua yang berkunjung.

"Kita sedang berusaha untuk memberikan pengertian supaya anaknya bisa sekolah, orang tuanya setuju. Dan mereka sewaktu-waktu bisa menjenguk," jelas Agus Jabo.

"Sewaktu-waktu kalau orang tua ini kangen sama anaknya, mau datang, silakan. Sudah disiapkan guest house. Jadi semuanya sudah kita siapkan bersama Kementerian PU," sambungnya.

Turut hadir dalam peninjauan itu Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU Dendy Kurniadi, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo dr Yunia Wahdiyati, serta Kepala Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta Wahyu Dewanto.

Hadir pula Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Surakarta Septhina Shinta Sari dan Kepala Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 2 Surakarta Subkhi Widyatmoko.***

Load More