-
Pemerintah Brasil memperpanjang subsidi diesel lebih lama dibanding bensin guna mencegah guncangan harga pasar.
-
Menteri Bruno Moretti memastikan pemotongan anggaran belanja akan diambil jika target fiskal negara terancam.
-
Pemerintahan Presiden Lula da Silva masih membekukan anggaran belanja demi meredam besarnya tekanan pengeluaran wajib.
Sebagai catatan, harga minyak Brent sempat meroket melampaui 118 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah.
Namun, angka perdagangan minyak mentah tersebut kini telah melandai ke posisi 71.51 dolar AS per barel.
Selain masalah subsidi, Pemerintah Brasil juga tengah mengevaluasi keberadaan pajak ekspor minyak mentah sebesar 12 persen.
Kebijakan pajak yang mulai berlaku sejak Maret lalu tersebut kini berpotensi besar untuk dipangkas atau dihentikan.
Terkait masa depan pungutan tersebut, Moretti menegaskan, "Kami tentu tidak akan mempertahankannya dalam skenario saat ini."
Meskipun masa berlaku peraturan eksekutif pajak tersebut habis minggu depan, pemerintah masih bisa menyesuaikan tarifnya secara administratif.
Langkah evaluasi ini berjalan beriringan dengan realisasi pajak dividen yang sebelumnya meleset dari target awal.
Pajak dividen yang dirilis Januari lalu itu awalnya diproyeksikan menutup relaksasi pajak bagi rumah tangga berpenghasilan menengah.
Meski terjadi ketimpangan target, Moretti meyakinkan publik bahwa tidak diperlukan kebijakan darurat baru untuk menutup kekurangan.
Baca Juga: Flashback 1998: Norwegia Pernah Tumbangkan Brasil, Bakal Terulang di Piala Dunia 2026?
Lonjakan penerimaan yang tak terduga dari sektor-sektor lain diklaim mampu menambal celah finansial tersebut dengan aman.
Pemerintah Brasil tetap optimistis mampu menjaga kestabilan ekonomi makro tanpa mengorbankan program prioritas.
Menteri Moretti menegaskan komitmennya jika terjadi kondisi terburuk pada anggaran belanja negara di masa mendatang.
"Dalam kasus terburuk, setiap kesulitan dalam mencapai target akan diatasi melalui pembekuan pengeluaran."
Laporan pendapatan dan belanja dua bulanan yang terbit akhir bulan ini akan menjadi bukti transparansi kinerja pemerintah.
Data tersebut diklaim bakal menunjukkan posisi Brasil yang tetap berada di jalur target surplus primer sebesar 0.25 persen PDB.
Target fiskal ini memiliki ruang toleransi sebesar 0.25 poin persentase serta pengecualian beberapa pengeluaran tertentu.
Dengan fleksibilitas aturan tersebut, Brasil secara teknis tetap dianggap memenuhi target meski mencatat defisit primer hingga 0.50 persen PDB.
Sejak Mei lalu, pemerintahan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva sendiri telah membekukan belanja sebesar 23.7 billion reais.
Pembekuan ini terpaksa dilakukan akibat tekanan dari belanja wajib negara yang meningkat secara signifikan.
Tim ekonomi memprediksi tekanan pengeluaran belum akan mereda, meski ada peluang pencairan sebagian dana yang dibekukan bulan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi