- Ditjenpas Kemenimipas mengalokasikan anggaran Rp92,5 miliar untuk pengadaan 106 ribu unit gembok pada tahun anggaran 2024 dan 2025.
- Anggota Komisi XIII DPR RI mendesak audit terbuka terhadap proyek tersebut guna menindaklanjuti dugaan kenaikan harga satuan yang tidak wajar.
- DPR menyarankan penundaan pengadaan gembok serta fokus pada penanganan masalah overkapasitas lapas melalui kebijakan yang lebih efisien dan strategis.
Suara.com - Pengadaan gembok di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) tengah menjadi sorotan tajam.
Pasalnya, anggaran yang dialokasikan untuk pembelian 106 ribu unit gembok tersebut mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp92,5 miliar.
Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PAN, Pangeran Khairul Saleh, mendesak agar proses pengadaan ini segera diaudit secara terbuka. Langkah ini dinilai perlu untuk memastikan tidak adanya praktik markup harga maupun pelanggaran prosedur lainnya.
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) dan e-Katalog LKPP, pada Tahun Anggaran 2024, Ditjenpas mengalokasikan Rp35,8 miliar untuk 46 ribu unit gembok (rata-rata Rp778 ribu per unit).
Sementara pada Tahun Anggaran 2025, anggaran melonjak menjadi Rp56,7 miliar untuk 60 ribu unit gembok, yang berarti harga satuannya naik menjadi sekitar Rp945 ribu per unit.
Menanggapi hal tersebut, Pangeran menegaskan, bahwa Komisi XIII berkomitmen untuk mengawal transparansi anggaran ini.
"Apabila terbukti terdapat harga yang tidak wajar atau indikasi markup, Komisi XIII akan mendorong pemeriksaan secara prosedural berdasarkan data dan fakta," ujar Pangeran kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).
Pangeran meminta Kemenimipas bersama Inspektorat Jenderal dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk membuka seluruh dokumen kontrak agar audit dapat berjalan objektif.
Namun, ia juga mengimbau agar publik tidak berspekulasi secara liar sebelum hasil resmi keluar.
Baca Juga: Bupati Purwakarta Minta Maaf Soal Lagu 'Lalaki Langit', Bantah Rendahkan Wanita
"Saya mengingatkan agar isu ini tidak diseret ke polemik lain seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Koperasi Merah Putih. Hal itu hanya akan membingungkan masyarakat dan menambah beban bagi pemerintah, termasuk Presiden," kata Legislator asal daerah pemilihan Kalimantan Selatan tersebut.
Lebih lanjut, Pangeran menyoroti bahwa anggaran sebesar itu seharusnya bisa dialokasikan untuk menangani masalah yang lebih mendasar, yakni overkapasitas di lapas dan rutan.
Ia menyarankan penguatan kebijakan seperti alternatif pemidanaan dan pengawasan elektronik.
"Langkah-langkah tersebut diyakini dapat mengurangi overkapasitas sekaligus menekan kebutuhan belanja yang tidak efisien di masa mendatang," tambahnya.
Sebagai tindakan preventif, Pangeran meminta agar seluruh pengadaan gembok dengan pola serupa ditunda hingga audit selesai. Ia memastikan DPR akan bertindak tegas jika ditemukan adanya indikasi korupsi.
"Komisi XIII akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan seluruh proses berjalan secara transparan, akuntabel, dan proporsional," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Catatan Kritis DPR Soal Rencana Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat
-
Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi
-
KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total
-
Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas
-
Bupati Purwakarta Minta Maaf Soal Lagu 'Lalaki Langit', Bantah Rendahkan Wanita
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi
-
DTKJ Usul Tarif Langganan Transjakarta Rp 200 Ribu per Bulan, Ada Diskon 20 Persen
-
Catatan Kritis DPR Soal Rencana Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat
-
Dukung Liga Akar Rumput, Kadispora DKI Intruksikan Sudin Fasilitasi Talenta Sepak Bola Jalanan
-
Anak Disabilitas Psikososial Alami Hambatan di Sekolah, Apa yang Salah?
-
Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi
-
Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha
-
Tarif Transjakarta Diusul Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000
-
Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen
-
Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!