- Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo berpotensi dicopot dalam perombakan kabinet oleh Presiden Prabowo pada Agustus 2026 mendatang.
- Rencana pergantian dipicu berbagai kegaduhan internal, termasuk kontroversi perjalanan dinas keluarga serta isu mutasi massal pegawai.
- Dody menuai sorotan publik setelah mengungkap keterlibatan ribuan ASN Kementerian PU dalam kasus judi online dan manipulasi.
Namun, yang menjadi pemantik amarah warganet bukanlah agendanya, melainkan dicantumkannya nama istri dan anak menteri dalam rombongan tersebut.
Sejumlah akun di platform X dan Instagram menuding perjalanan ini sebagai aksi "aji mumpung", bahkan mengaitkannya dengan perhelatan ajang olahraga internasional yang berlangsung di periode yang sama.
Pertanyaan besar mengenai sumber pendanaan—apakah menggunakan kantong pribadi atau APBN—pun mencuat deras.
Klarifikasi Administrasi dan Pembatalan Mendadak
Merespons kegaduhan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PU, Apri Artoto, akhirnya angkat bicara.
Ia mengonfirmasi keaslian dokumen yang beredar, namun memberikan penjelasan dari sisi prosedur birokrasi.
"Surat itu memang dari saya sebagai Sekjen Kementerian PU. Itu adalah surat kelengkapan administrasi pengurusan visa. Jadi memang kegiatan itu dilakukan sifatnya tentatif," kata Apri, Selasa (7/7).
Apri menegaskan, penyertaan anggota keluarga dalam draf tersebut murni instruksi administratif dari Kementerian Luar Negeri guna penyatuan data visa.
Ia juga menjamin bahwa biaya keberangkatan istri dan anak Menteri Dody tidak akan membebani negara.
Baca Juga: Mutasi Massal ASN Dicurigai Berkaitan dengan Bocornya Dokumen Perjalanan Menteri PU
Meski demikian, sehari setelah klarifikasi tersebut, Menteri Dody justru memilih untuk membatalkan seluruh rangkaian kunjungan ke Amerika Serikat.
"Batal kalau ke Amerika," kata Dody ketika meninjau Jembatan Enang-Enang yang diperbaiki warga secara mandiri di Bener Meriah, Aceh.
Mutasi ASN: Sanksi atau Pembenahan?
Belum reda isu perjalanan dinas, Kementerian PU kembali diguncang isu mutasi besar-besaran pejabat senior.
Banyak pihak mengaitkan perombakan jabatan ini sebagai bentuk "pembersihan" atau hukuman terhadap pihak yang dianggap membocorkan dokumen perjalanan dinas menteri.
Namun, tudingan tersebut langsung ditepis oleh Dody Hanggodo. Sang Menteri berkilah, mutasi adalah hal lumrah dalam penyegaran organisasi.
Lebih mengejutkan lagi, ia mengungkap data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menyebut adanya ribuan pegawai di instansinya yang terlibat masalah hukum dan disiplin.
Dody mengklaim ada sekitar 6.000 pegawai atau 15 persen dari total personel Kementerian PU yang terdeteksi melakukan aktivitas judi online.
Selain itu, 4.000 pegawai lainnya dilaporkan melakukan manipulasi atau kecurangan dalam sistem absensi elektronik.
"Bukan data saya ini, tapi data PPATK. Judol itu pidana," tegas Dody.
DPR banyak terima pengaduan
Polemik mengenai iklim kerja di Kementerian PU sebenarnya sudah sempat diwanti-wanti oleh anggota DPR RI, Yasti Soepredjo Makoagow, dalam rapat kerja pada 11 Juni 2026.
Politikus PDI Perjuangan ini mengungkapkan, banyaknya keluhan dari ASN yang merasa tertekan dengan sanksi disiplin berat dan pencopotan jabatan secara mendadak.
"Saya merasakan di Kementerian PU ini banyak duka cita," kata Yasti.
Yasti menyoroti bahwa suasana "ketakutan" di lingkungan kementerian bisa menghambat eksekusi program-program strategis nasional.
"Yang perlu dikhawatirkan, program-program di Kementerian PU tahun 2027 tak bakal berjalan baik," kata dia.
Di sisi lain, muncul pula isu miring mengenai nepotisme yang menuduh keponakan Menteri Dody menjabat sebagai komisaris di salah satu BUMN.
Menanggapi ini, Dody mengambil langkah defensif yang unik dengan membuka sayembara berhadiah umrah sekeluarga bagi siapa saja yang bisa membuktikan tuduhan tersebut.
Berita Terkait
-
Mutasi Massal ASN Dicurigai Berkaitan dengan Bocornya Dokumen Perjalanan Menteri PU
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Ternyata Ini Mobil Mewah yang Dibeli Dody Hanggodo setelah Jadi Menteri PU, Harga Selangit
-
Diterpa Isu Mutasi hingga Nepotisme, Menteri PU Dinilai Mencoreng Kabinet Prabowo
-
Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus