- FH UGM mengecam keras ancaman doxing terhadap staf pengajar Nabiyla Risfa Izzati terkait kritik kebijakan ASN di media sosial.
- Dekanat FH UGM di Yogyakarta pada Jumat (17/7/2026) menegaskan bahwa teror digital tersebut mencederai kebebasan akademik serta nilai demokrasi.
- Kampus berkomitmen memberikan pendampingan hukum dan perlindungan penuh bagi dosen agar hak konstitusionalnya tetap terjaga secara optimal.
Suara.com - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) mengambil sikap tegas merespons intimidasi dan ancaman doxing yang menimpa salah satu staf pengajarnya, Nabiyla Risfa Izzati. Pihak dekanat mengutuk keras segala upaya yang bertujuan membatasi hak berpendapat akademisi di ruang publik.
Melalui pernyataan resmi Dekan FH UGM Dahliana Hasan di Yogyakarta pada Jumat (17/7/2026), kampus menilai tindakan teror digital tersebut bukan lagi sekadar serangan personal. Pihak kampus melihat adanya indikasi pelanggaran serius terhadap nilai-nilai demokrasi yang lebih luas di Indonesia.
"Mengecam segala bentuk tindakan intimidatif, ancaman, maupun upaya pembungkaman yang mencederai kebebasan akademik. Tindakan tersebut bukan hanya menyerang individu, melainkan mencederai integritas institusi pendidikan dan prinsip demokrasi di Indonesia," tulis pernyataan sikap tersebut seperti dikutip Suara.com.
Pihak dekanat turut menegaskan komitmennya untuk berdiri di barisan paling depan dalam mengawal kasus ini. FH UGM memastikan seluruh dosen yang menjalankan tugas pendidikan dan bersikap kritis demi kebenaran akan selalu mendapatkan jaminan keamanan dari kampus.
"Pimpinan dan segenap sivitas akademika FH UGM berkomitmen penuh untuk melindungi saudari Nabiyla Risfa Izzati. Kami menjamin bahwa setiap staf pengajar yang menjalankan tugas tridarma perguruan tinggi dengan integritas akan mendapatkan perlindungan dan dukungan penuh dari institusi," lanjutnya.
Tidak sampai di situ, pihak kampus juga siap mengambil tindakan nyata dengan memberikan pendampingan hukum untuk menghadapi pelaku intimidasi. Langkah ini diambil guna memastikan hak atas perlindungan hukum serta hak konstitusional korban tetap terjaga secara optimal.
"Kami memberikan dukungan moral dan pendampingan hukum yang diperlukan bagi saudari Nabiyla Risfa Izzati dalam menghadapi situasi ini. FH UGM siap mengerahkan seluruh sumber daya dan jaringan yang ada untuk memastikan hak-hak konstitusional yang bersangkutan terlindungi," tegasnya.
Melalui momentum ini, pihak fakultas turut menyampaikan pesan kepada seluruh keluarga besar universitas agar tetap solid menghadapi segala bentuk ancaman siber.
Kampus menekankan pentingnya menjaga independensi serta lingkungan akademik yang sehat dari segala bentuk intervensi luar.
Baca Juga: Tren Curhat ke AI Meningkat, Pakar Ingatkan Jangan Bagikan Data Pribadi
"Kami mengajak seluruh elemen sivitas akademika untuk tetap bersatu dalam menjaga iklim kebebasan akademik di lingkungan kita," tandasnya.
Kasus ini mencuat setelah Nabiyla mendapat ancaman pembocoran data pribadi hingga pelacakan koordinat posisinya melalui Google Maps oleh nomor tidak dikenal.
Teror digital tersebut terjadi setelah dirinya melontarkan kritik di media sosial X terkait dugaan mutasi sepihak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Berita Terkait
-
Tren Curhat ke AI Meningkat, Pakar Ingatkan Jangan Bagikan Data Pribadi
-
Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN
-
Klarifikasi Menteri Dody Terkait Ratusan ASN Kementerian PU Kena Mutasi Massal
-
Punya 38.600 Pegawai, Menteri PU Bantah Mutasi Terkait Surat Dinas yang Bocor
-
Eksklusif: Mutasi Pejabat di Kementerian PU Dipastikan Bukan Rumor
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi
-
Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding
-
IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026
-
Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang
-
Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026