- Dosen UMY Fajar Junaedi menilai gaya komunikasi Menteri PU Dody Hanggodo bersifat defensif dan berpotensi memicu kegaduhan publik.
- Respons kontroversial terkait berbagai tuduhan internal kementerian dinilai memperburuk persepsi masyarakat terhadap integritas serta kinerja pemerintah saat ini.
- Tekanan politik terhadap Dody berpotensi meningkat karena sikap tersebut bertentangan dengan kebijakan Presiden Prabowo yang tidak menyukai kegaduhan.
"Seorang Menteri PU bukan hanya teknokrat, tapi juga simbol pemerintah di mata rakyat. Di era media sosial, setiap kata dan nada bisa langsung viral. Publik kita sangat sensitif terhadap kesan elitis atau tidak mau bertanggung jawab. Gaya seperti ini justru menggerus kepercayaan yang seharusnya dibangun dengan susah payah," ujarnya.
Ia memperingatkan bahwa komunikasi yang dianggap arogan dapat memicu efek berantai.
Selain menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat, polemik yang terus hidup di ruang publik akan mendorong media dan netizen semakin agresif menguliti berbagai persoalan yang melibatkan kementerian.
"Kalau cara komunikasi ini terus dilakukan, dampaknya akan berantai. Kepercayaan publik bisa turun drastis, sehingga program-program penting Kementerian PU seperti infrastruktur dan swasembada pangan menjadi kurang didukung masyarakat," ujarnya.
Menurut Fajar, risiko terbesar bukan hanya kerusakan citra pribadi seorang menteri, melainkan munculnya persepsi bahwa pemerintah tidak mau mendengar aspirasi publik.
Jika kondisi itu terus berlangsung, tekanan politik terhadap Dody berpotensi semakin besar dan dapat memperkuat alasan evaluasi dari Presiden.
"Lebih baik kita dorong komunikasi yang tenang, faktual, dan penuh empati. Jelaskan dengan jelas, tunjukkan kesediaan diaudit jika perlu, dan ajak publik melihat solusi ke depan. Komunikasi publik yang baik bukan soal menang debat, melainkan membangun kepercayaan jangka panjang," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Mutasi Massal ASN Dicurigai Berkaitan dengan Bocornya Dokumen Perjalanan Menteri PU
-
Ternyata Ini Mobil Mewah yang Dibeli Dody Hanggodo setelah Jadi Menteri PU, Harga Selangit
-
Diterpa Isu Mutasi hingga Nepotisme, Menteri PU Dinilai Mencoreng Kabinet Prabowo
-
Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus