-
Amerika Serikat merencanakan serangan militer berskala besar ke wilayah Iran dalam waktu dekat.
-
Rencana gempuran masif tersebut terhambat oleh kondisi persediaan amunisi Pentagon yang menipis.
-
Eskalasi pecah setelah kedua negara saling melanggar kesepakatan damai yang ditandatangani Juni.
Suara.com - Gempuran militer berskala besar kini tengah dipersiapkan oleh Amerika Serikat untuk menyasar wilayah Iran.
Washington memperkuat lini pertahanan dengan memperbanyak penempatan pasukan tempur di kawasan Timur Tengah.
Langkah ini menandai babak baru ketegangan yang semakin mendalam di wilayah tersebut.
Armada jet tempur tambahan dan pesawat pengisi bahan bakar dilaporkan sedang digeser dari Eropa.
Mobilisasi besar-besaran armada perang udara ini terendus sejak hari Minggu (19/7) kemarin.
Rencana ofensif ini mencuat di tengah perdebatan sengit mengenai kesiapan logistik tempur Washington.
"AS sedang merencanakan perang yang lebih luas," kata seorang pejabat AS yang mengetahui diskusi internal pemerintahan Trump.
Kekhawatiran internal muncul karena ambisi serangan besar ini terbentur oleh satu kendala fatal.
Kondisi pasokan amunisi militer Amerika Serikat saat ini dikabarkan sedang menipis parah.
Baca Juga: Selain Mereka Teman Amerika, Apa Lagi Alasan Iran Berani Serang Negara Tetangga?
Faktor keterbatasan logistik tersebut berpotensi menahan laju serangan masif yang dicanangkan Washington.
Ketegangan Baru di Selat Hormuz
Gejolak terbaru ini merupakan buntut dari aksi saling balas di lapangan yang terjadi sebelumnya.
Dua prajurit Pentagon dilaporkan tewas di Yordania bersama penemuan beberapa jenazah tanpa identitas.
Situasi memburuk setelah serangan pesawat tanpa awak milik Teheran merenggut nyawa tentara Amerika di Irak.
Padahal, kedua negara sempat menyepakati nota kesepahaman damai pada tanggal 18 Juni lalu.
Perjanjian tersebut awalnya digadang-gadang mampu menyudahi bentrokan berdarah yang pecah sejak Februari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus