-
Kuwait, Yordania, dan Bahrain menjadi sasaran utama dari eskalasi serangan udara militer Iran.
-
Pertahanan udara regional sibuk menghalau drone dan rudal yang menyasar infrastruktur publik vital.
-
Kementerian Dalam Negeri Bahrain meminta warga tetap tenang dan segera menuju ke tempat aman.
Suara.com - Kuwait, Yordania, dan Bahrain kini menjadi sasaran utama dalam eskalasi serangan udara yang diluncurkan oleh militer Iran. Gelombang rudal dan pesawat tanpa awak (drone) mulai menghujani kawasan Teluk secara beruntun.
Tentara Kuwait melaporkan bahwa unit pertahanan udara mereka sedang aktif menghalau serbuan pesawat tanpa awak tersebut. Blokade udara ini terjadi di tengah kepanikan warga akibat ancaman ledakan.
Bahrain juga berada dalam kondisi siaga tinggi setelah sirene tanda bahaya berbunyi sepanjang pagi. Dikutip dari Al Jazeera, kedutaan Besar Amerika Serikat langsung mengeluarkan peringatan darurat bagi warganya mengenai potensi serangan susulan di Ibu Kota Manama.
Angkatan Udara Yordania dilaporkan berhasil merontokkan sedikitnya tiga rudal di wilayah udara mereka. Sementara itu, satu rudal teridentifikasi jatuh dan meledak di area tanah terbuka.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah menghancurkan radar pertahanan udara dan gudang amunisi di Kuwait.
Pihak Kuwait sendiri belum memberikan konfirmasi resmi mengenai target militer yang diklaim oleh Iran tersebut.
Pemerintah Kuwait saat ini justru sedang fokus memulihkan dampak kehancuran fasilitas pembangkit listrik dan penyulingan air bersih. Gempuran terhadap infrastruktur publik ini langsung memicu kecaman keras dari negara-negara di seluruh kawasan.
Kondisi mencekam masih membayangi Bahrain menyusul pengaktifan sirene peringatan dini di berbagai sudut kota. Otoritas keamanan setempat meminta seluruh penduduk untuk segera mencari perlindungan ke tempat yang aman.
"Tetap tenang dan pergilah ke tempat aman terdekat," begitu pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Bahrain.
Baca Juga: Habis Ngamuk, Amerika Resmi Buka Pintu Dialog Lagi dengan Iran
Peringatan ini dikeluarkan guna meminimalisir korban jiwa dari warga sipil.
Eskalasi di Teluk melonjak drastis setelah rentetan konflik regional melibatkan kekuatan militer Iran dan negara-negara tetangga. Wilayah ini kini berada dalam status kewaspadaan tertinggi guna mengantisipasi serangan udara susulan yang diprediksi masih akan berlanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Ledakan Guncang Grand Polonia Medan, Lima Rumah Alami Kerusakan
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati