News / Nasional
Senin, 20 Juli 2026 | 16:27 WIB
Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis dalam Sidang Kabinet di Jakarta pada Senin.
  • Pemerintah menegaskan program tersebut bertujuan mengatasi stunting serta memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak sekolah yang kurang mampu.
  • Presiden menyoroti hilangnya kekayaan negara ke luar negeri yang selama ini luput dari pengawasan para pengkritik kebijakan.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto heran ia kena serang karena pelaksanana program Makan Bergizi Gratis (MBG) dianggap pemborosan. Padahal kekayaan yang puluhan tahun jelas-jelas menguap dari tanah air tidak pernah menjadi sorotan.

Menurut Prabowo seharusnya sorotan dialamatkan terhadap uang-uang hasil kekayaan negara yang dilarikan keluar negeri.

"Tapi ribuan triliun yang menguap yang pergi dari bumi Indonesia, tiap tahun selama 34 tahun tidak ada yang komentar, tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Prabowo menegaskan pelaksanaan program MBG bukan untuk menghambur-hamburkan uang, melainkan diperuntukan untuk memberi makan kepada anak-anak Indonesia yang tercatat mengalami stunting, juga mereka para siswa yang lapar akibat belum makan saat hendak berangkat ke sekolah.

"Kita dituduh pemborosan, kita dibilang ekonomi mau kolaps, harga saham akan ambruk, mata uang akan melemah, alasannya karena boros," kata Prabowo soal banyak tudingan kepada dirinya akibat program MBG.

Perihal kekhawatiran mata uang rupiah melemah hingga harga saham yang ambruk, Prabowo meyakinkan bahwa fundamental pemikiran ekonomi dan politik bernegara yang disusun oleh pendiri-pendiri bangsa sangat kuat dan sudah tepat.

"Saya punya keyakinan bahwa itu masuk akal, benar, Undang-Undang dasar 1945 lahir dari perjuangan lama, lahir dari pengalaman penjajahan, lahir dari imperialisme, apa imperialsme? Imperialisme artinya adalah diambilnya kekayaan sebuah bangsa oleh bangsa lain," kata Prabowo.

"Dan masalah inilah yang membuat kita lemah dan tidak berdaya sehingga pendiri-pendiri bangsa kita melalui perjuangan berat dan lama, dan berujung di suatu perjuangan fisik, mereka memiliki filosofi mereka telah merumuskan suatu filosofi adalah Pancasila, dan Pancasila adalah suatu filosofi untuh yang integalistik di situ ada pemahaman ekonomi, ekonomi Pancasila adalah yang juga berkeadilan," tutur Prabowo.

Baca Juga: Istana Minta Kasus Febrie Adriansyah Tak Dikaitkan dengan Presiden Prabowo

Load More