- Komisi I DPR RI resmi menyetujui penerimaan hibah satu kapal induk Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia pada 20 Juli 2026.
- Kapal senilai Rp1,1 triliun ini bertujuan memperkuat pertahanan maritim, modernisasi alutsista, serta mendukung misi tanggap darurat kemanusiaan TNI Angkatan Laut.
- Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan kru dan fasilitas pelabuhan di Teluk Ratai agar kapal dapat tiba pada 20 September 2026.
Suara.com - Komisi I DPR RI resmi memberikan persetujuan kepada Pemerintah Indonesia untuk menerima hibah alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) berupa satu unit kapal induk Italian Ship Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Kementerian Pertahanan di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (20/7/2026).
Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, menjelaskan bahwa proses ini bermula dari surat Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin kepada Pimpinan DPR RI tertanggal 7 Juli 2026 perihal permohonan persetujuan penerimaan hibah.
Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, setiap penerimaan hibah atau pinjaman dari luar negeri harus mendapatkan persetujuan DPR.
"Komisi I DPR RI menyetujui hibah satu unit kapal induk Italian Ship Giuseppe Garibaldi senilai 54.022.426,67 Euro (jika dikonversi ke rupiah Rp1.109.454.254.728) dari Pemerintah Republik Italia kepada Kementerian Pertahanan RI,” ujar Utut membacakan kesimpulan rapat.
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Kuathan Kemhan, Marsma Haris Haryanto, yang mewakili Wamenhan Donny Ermawan, memaparkan urgensi penerimaan kapal induk ini.
Menurutnya, pengadaan ini merupakan bagian dari konteks strategis nasional untuk memenuhi kebutuhan kapal induk bagi TNI Angkatan Laut.
“Tantangan laut Indonesia sangat beragam, mulai dari penyelundupan, pelanggaran wilayah, hingga illegal fishing. Kapal ini akan memperkuat pertahanan maritim, modernisasi alutsista, serta mendukung misi tanggap darurat kemanusiaan,” papar Marsma Haris.
Ia juga menekankan bahwa hibah ini memberikan efisiensi luar biasa bagi negara karena tidak membebani APBN dalam pengadaan unit baru, serta mempercepat peningkatan power projection TNI AL di wilayah yurisdiksi nasional.
Baca Juga: DPR Kritik 'ASN Tak Kerja', Netizen Kuliti Jejaknya: Diduga Pakai Ijazah Palsu
Kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki karakteristik yang mumpuni dengan panjang 180 meter, lebar 33 meter, dan mampu dipacu hingga kecepatan maksimum 30 knot. Kapal ini memiliki kapasitas kru sebanyak 550 personel dan memiliki kemampuan navigasi udara (aviation capability) untuk helikopter maupun pesawat dengan kemampuan short take-off dan vertical landing.
Pihak Kemhan mengonfirmasi bahwa persiapan teknis terus berjalan. Saat ini, calon kru kapal telah dikirim ke Italia untuk menjalani pelatihan. Sementara itu, fasilitas pelabuhan untuk menyambut kapal induk ini sedang disiapkan di Teluk Ratai, Lampung.
“Proses pembangunan fasilitas pelabuhan di Teluk Ratai saat ini telah mencapai 76 persen. Rencananya, kapal dijadwalkan tiba di Indonesia pada 20 September 2026,” tambah Marsma Haris.
Terkait biaya, meski kapalnya merupakan hibah murni, Kementerian Keuangan telah mengalokasikan anggaran melalui surat tertanggal 12 September 2025 untuk proses perbaikan (refurbishment) dan biaya mobilisasi kapal dari Italia ke Indonesia agar siap beroperasi penuh saat tiba di tanah air.
Langkah ini juga dipandang sebagai simbol penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Italia di bidang industri pertahanan dan logistik, sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 24 Tahun 2013.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
6 Cara Memakai Parfum Lokal agar Wanginya Tahan Lama dan Meninggalkan Jejak
-
Keuangan Makin Bersinar, 5 Shio Ini Diprediksi Penuh Keberuntungan 21 Juli 2026
-
Profil Pau Cubarsi, Bek Spanyol yang Raih Penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026
-
Aturan Hak-hak Ojol Tak Masuk RUU LLAJ, DPR Janjikan Bakal Punya UU Sendiri
-
Lepas Status WNI Biayanya Naik 5 Kali Lipat, Menteri Supratman: Bukan Masalah Buat Bangsa
-
Timur Tengah di Ambang Perang Besar! Kematian 3 Tentara Picu Serangan Brutal AS ke Iran
-
Gendong Ransel Hitam dan Bertopi Biru, Bupati Lombok Barat Resmi Masuk Gedung Merah Putih KPK
-
Ledakan Guncang Grand Polonia Medan, Lima Rumah Alami Kerusakan
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay