News / Nasional
Senin, 20 Juli 2026 | 16:48 WIB
Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Kementerian Pertahanan di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (20/7/2026). (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Komisi I DPR RI resmi menyetujui penerimaan hibah satu kapal induk Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia pada 20 Juli 2026.
  • Kapal senilai Rp1,1 triliun ini bertujuan memperkuat pertahanan maritim, modernisasi alutsista, serta mendukung misi tanggap darurat kemanusiaan TNI Angkatan Laut.
  • Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan kru dan fasilitas pelabuhan di Teluk Ratai agar kapal dapat tiba pada 20 September 2026.

Suara.com - Komisi I DPR RI resmi memberikan persetujuan kepada Pemerintah Indonesia untuk menerima hibah alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) berupa satu unit kapal induk Italian Ship Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia. 

Keputusan ini diambil dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Kementerian Pertahanan di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (20/7/2026). 

Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, menjelaskan bahwa proses ini bermula dari surat Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin kepada Pimpinan DPR RI tertanggal 7 Juli 2026 perihal permohonan persetujuan penerimaan hibah. 

Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, setiap penerimaan hibah atau pinjaman dari luar negeri harus mendapatkan persetujuan DPR. 

"Komisi I DPR RI menyetujui hibah satu unit kapal induk Italian Ship Giuseppe Garibaldi senilai 54.022.426,67 Euro (jika dikonversi ke rupiah Rp1.109.454.254.728) dari Pemerintah Republik Italia kepada Kementerian Pertahanan RI,” ujar Utut membacakan kesimpulan rapat. 

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Kuathan Kemhan, Marsma Haris Haryanto, yang mewakili Wamenhan Donny Ermawan, memaparkan urgensi penerimaan kapal induk ini. 

Menurutnya, pengadaan ini merupakan bagian dari konteks strategis nasional untuk memenuhi kebutuhan kapal induk bagi TNI Angkatan Laut. 

“Tantangan laut Indonesia sangat beragam, mulai dari penyelundupan, pelanggaran wilayah, hingga illegal fishing. Kapal ini akan memperkuat pertahanan maritim, modernisasi alutsista, serta mendukung misi tanggap darurat kemanusiaan,” papar Marsma Haris. 

Ia juga menekankan bahwa hibah ini memberikan efisiensi luar biasa bagi negara karena tidak membebani APBN dalam pengadaan unit baru, serta mempercepat peningkatan power projection TNI AL di wilayah yurisdiksi nasional. 

Baca Juga: DPR Kritik 'ASN Tak Kerja', Netizen Kuliti Jejaknya: Diduga Pakai Ijazah Palsu

Kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki karakteristik yang mumpuni dengan panjang 180 meter, lebar 33 meter, dan mampu dipacu hingga kecepatan maksimum 30 knot. Kapal ini memiliki kapasitas kru sebanyak 550 personel dan memiliki kemampuan navigasi udara (aviation capability) untuk helikopter maupun pesawat dengan kemampuan short take-off dan vertical landing. 

Pihak Kemhan mengonfirmasi bahwa persiapan teknis terus berjalan. Saat ini, calon kru kapal telah dikirim ke Italia untuk menjalani pelatihan. Sementara itu, fasilitas pelabuhan untuk menyambut kapal induk ini sedang disiapkan di Teluk Ratai, Lampung. 

“Proses pembangunan fasilitas pelabuhan di Teluk Ratai saat ini telah mencapai 76 persen. Rencananya, kapal dijadwalkan tiba di Indonesia pada 20 September 2026,” tambah Marsma Haris. 

Terkait biaya, meski kapalnya merupakan hibah murni, Kementerian Keuangan telah mengalokasikan anggaran melalui surat tertanggal 12 September 2025 untuk proses perbaikan (refurbishment) dan biaya mobilisasi kapal dari Italia ke Indonesia agar siap beroperasi penuh saat tiba di tanah air. 

Langkah ini juga dipandang sebagai simbol penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Italia di bidang industri pertahanan dan logistik, sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 24 Tahun 2013.

Load More