-
Pengungsi Lebanon selatan mulai pulang usai pengumuman skema zona percontohan oleh AS dan Israel.
-
Warga mempertanyakan penunjukan Desa Froun dan Ghandouriyeh yang tak pernah diduduki tentara Israel.
-
Sumber keamanan mengonfirmasi fakta lapangan bahwa pasukan Israel tidak pernah menduduki area desa tersebut.
Suara.com - Puluhan warga pengungsian mulai bergerak melangkahkan kaki kembali menuju desa-desa mereka di wilayah Lebanon selatan.
Langkah kepulangan ini menyusul pengumuman resmi terkait dimulainya proyek kawasan percontohan oleh Israel, Lebanon, dan Amerika Serikat pada Senin.
Pemerintah Amerika Serikat menyebut Desa Froun masuk dalam daftar tiga desa tahap awal proyek percontohan tersebut.
Sementara itu, wilayah tetangganya yaitu Desa Ghandouriyeh dijadwalkan masuk ke dalam pelaksanaan tahap kedua.
Namun, masyarakat setempat mempertanyakan alasan kuat penunjukan desa mereka ke dalam skema kesepakatan tersebut.
Dikutip dari Al Jazeera, warga menegaskan bahwa pasukan militer Israel sama sekali tidak pernah menguasai atau menduduki wilayah permukiman mereka.
Masyarakat memandang penyerahan desa-desa ini sebagai bukti bahwa Israel tidak betul-betul menyerahkan wilayah mana pun.
Skema penarikan tersebut dinilai hanya menjadi celah legalitas bagi tentara Israel untuk tetap menguasai area lain di Lebanon.
Sejumlah sumber keamanan Lebanon turut mengonfirmasi kebenaran klaim warga lokal mengenai kondisi riil di lapangan.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Begitu Iran Nyatakan Siap Negosiasi dengan Syarat
Pihak keamanan menyatakan kepada Al Jazeera bahwa kedua desa tersebut memang tidak pernah berada dalam pendudukan Israel.
Program zona percontohan ini dirancang sebagai kerangka kerja awal untuk memfasilitasi pemulangan warga terisolasi akibat konflik.
Kendati demikian, kejanggalan penetapan wilayah justru memicu keraguan mendalam atas efektivitas kesepakatan damai yang digagas para pihak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Makan Mewah di Teras Plataran, Hemat 30 Persen untuk Nasabah BRI
-
BRI Bersama PERBANAS, OJK, dan Kemkomdigi Perkuat Sinergi Berantas Scam dan Judi Online
-
Strategi Nekat Geely Lawan Arus di Tengah Tren Kendaraan Listrik
-
5 Rekomendasi Cushion Berformula Skin-Like untuk Pancaran Alami Kulit Wajah
-
Literasi Keuangan Jadi Kunci PERBANAS dan BRI Cegah Kejahatan Digital
-
Melihat KDMP Tamanmartani, Potret Ideal Koperasi Desa Modern di Indonesia
-
BRI, OJK, dan Kemkomdigi Bersinergi Perkuat Pemberantasan Scam dan Judi Online
-
Perbandingan Spesifikasi Tecno Pova 8 5G vs POCO X8 Pro, Harga Beda Tipis
-
Warga Lebanon Bongkar Niat Culas Israel di Balik Peresmian Desa Pecontohan 'Anti-Zionis'
-
PERBANAS dan BRI Perkuat Sinergi Lawan Judi Online Lewat Literasi Keuangan