- Koalisi masyarakat sipil membentuk Kabinet Bayangan untuk mengawasi kinerja pemerintah dan merumuskan berbagai alternatif kebijakan strategis nasional.
- Sekjen Partai Golkar M. Sarmuji menyatakan pembentukan kabinet tersebut merupakan hak konstitusional warga negara dalam berdemokrasi.
- Sarmuji menekankan pengawasan melalui DPR RI lebih efektif karena memiliki mekanisme tindak lanjut resmi terhadap kebijakan pemerintah.
Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI, M. Sarmuji, memberikan tanggapan terkait langkah koalisi masyarakat sipil yang membentuk "Kabinet Bayangan".
Pembentukan kabinet tersebut dimaksudkan untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja pemerintah serta menyusun berbagai alternatif kebijakan.
Sarmuji menyatakan bahwa inisiatif masyarakat tersebut merupakan bagian dari hak konstitusional dalam berdemokrasi.
Namun, ia menekankan bahwa Indonesia telah memiliki institusi resmi, yakni DPR RI, yang secara fungsional memiliki tugas mengawasi jalannya pemerintahan.
"Ya, itu hak warga negara ya. Jadi, hak warga negara silakan saja. Tetapi sebenarnya kritik masyarakat juga bisa disalurkan ke institusi resmi seperti DPR, yang DPR itu punya tugas untuk melakukan pengawasan juga," ujar Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Lebih lanjut, Sarmuji menyoroti aspek efektivitas pengawasan tersebut. Menurutnya, masukan atau kritik yang disampaikan melalui jalur formal di parlemen memiliki kejelasan dalam hal tindak lanjut oleh penyelenggara negara.
Ia mempertanyakan mekanisme eksekusi apabila pengawasan hanya dilakukan melalui wadah nonformal seperti Kabinet Bayangan.
"Kalau kabinet bayangan, nanti yang menindaklanjuti siapa yang menindaklanjuti? Tapi tetap kita hargai. Tetapi kalau melalui lembaga resmi seperti DPR, kan ada yang menindaklanjuti sekaligus ada yang mengawasi tindak lanjut tersebut. Oke ya, itu saja ya," pungkasnya.
Sebelumnya, melansir laman resmi kabinetbayangan.id, kehadiran Kabinet Bayangan menjadi platform masyarakat sipil untuk mengawasi pemerintah dan memproduksi alternatif kebijakan.
Baca Juga: Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi
Koalisi masyarakat sipil lintas sektor yang dipimpin oleh Feri Amsari (Pakar Hukum Tata Negara) dan Ahmad Jilul QF (Masyarakat Transparansi Indonesia) menjadi inisiator Kabinet Bayangan.
Koalisi Masyarakat Sipil memandang penting kehadiran Kabinet Bayangan untuk menjalankan fungsi pengawasan atau checks and balances yang dinilai mengalami kemacetan.
Koalisi Masyarakat Sipil menilai masyarakat sipil perlu mengisi kekosongan tersebut melalui analisis yang cepat, kredibel, dan berbasis data.
Kabinet Bayangan akan mengerjakan sejumlah hal, mulai dari riset dan analisis berbasis data untuk merespons kebijakan pemerintah, menyusun catatan kebijakan, laporan, dan konten publik, hingga menggelar Shadow Hearing versi masyarakat sipil sebagai bentuk pemantauan terhadap rapat DPR.
Berita Terkait
-
Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Buntut Intimidasi Dokter di IGD, Sekjen Golkar Pastikan Sanksi Tegas bagi Kader yang Buat Onar
-
Jokowi Safari Politik, Golkar: Beliau Bukan Presiden Lagi, Kami Tegak Lurus ke Pak Prabowo!
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
3 Rekomendasi Moisturizer untuk Mengecilkan Pori-Pori, Wajah Mulus dan Glowing
-
Di Balik Hibah Kapal Induk Italia, Ada Ambisi Kejar Tayang 5 Oktober yang Bisa Sedot Anggaran Jumbo
-
Resmi Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Lombok Barat Bungkam Soal 3 Perkara yang Menjeratnya
-
4 Hydrating Sheet Mask Ampuh Berikan Hidrasi Ekstra untuk Skin Barrier Kuat
-
Keluh Kesah PPPK Paruh Waktu Dinkes DKI di Balai Kota: Janji Setara ASN, Realita Jauh dari Kata
-
Pabrik Tekstil di Jepara Tumbang, 670 Orang Menganggur
-
Ironi Makan Bergizi Gratis: Mengapa Daerah 3T Masih Dianaktirikan?
-
Jangan Jerat Tersangka saja, Komnas HAM Dorong Korban Dapat Pemenuhan Hak Atas Pidana Korupsi
-
Gelar Sarjana vs AI: Menagih Aksi Pemerintah Atasi Krisis Kerja Gen Z
-
Rakyat Jepang Setuju Perempuan Jadi Kaisar, Tapi Kenapa Itu Tidak Mungkin Terjadi?