News / Nasional
Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB
Prabowo dalam pidatonya di Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII, Gorontalo. (tangkap layar)
Baca 10 detik
  • Sekjen Partai Golkar M. Sarmuji menanggapi gaya pidato spontan Presiden Prabowo sebagai karakteristik personal yang autentik seorang pemimpin.
  • Sarmuji menegaskan di Jakarta bahwa gaya retorika Presiden tidak akan memicu dampak negatif bagi stabilitas pasar ekonomi nasional.
  • Pelaku pasar diyakini lebih memprioritaskan kebijakan nyata pemerintah dibandingkan merespons gaya bicara atau gestur sang Presiden.

Suara.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, M. Sarmuji, memberikan tanggapan santai terkait gaya pidato Presiden RI Prabowo Subianto yang kerap dinilai spontan dan tak terduga oleh publik.

Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari karakteristik personal yang wajar dimiliki oleh setiap pemimpin, termasuk Prabowo.

"Ya semua orang punya gaya, ya. Oke? Masing-masing orang punya gaya," ujar Sarmuji di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Sarmuji menilai, gestur maupun ucapan spontan yang sering muncul dalam pidato-pidato Prabowo merupakan bentuk ekspresi autentik dari sang Presiden.

Ia meminta publik tidak terlalu mempermasalahkan perbedaan gaya komunikasi tersebut, karena setiap individu memiliki ciri khasnya masing-masing.

Lebih lanjut, Sarmuji juga menepis kekhawatiran sejumlah pihak yang menganggap gaya bicara Prabowo yang meledak-ledak atau tak terduga dapat memicu sentimen negatif, baik di sektor politik maupun pasar ekonomi.

Ia menegaskan, bahwa dinamika pasar tidak sesederhana itu dan tidak akan terganggu hanya karena gaya retorika seorang pemimpin.

"Ah itu hal yang lain. Masa gara-gara pidato gayanya begitu terus berpengaruh pada pasar," kata Sarmuji.

Menurutnya, pasar memiliki logika dan sistemnya sendiri dalam merespons kondisi ekonomi nasional maupun global.

Baca Juga: Bukan Bebas Tanpa Batas, Ini Penjelasan Istana Soal 'Academic Freedom' Versi Prabowo

Ia meyakini bahwa investor dan pelaku pasar lebih melihat pada kebijakan nyata dibandingkan sekadar gaya bicara.

"Pasar punya mekanisme sendiri. Pasar punya cara bekerjanya sendiri," pungkasnya.

Apa yang disampaikan Sarmuji ini menyusul beragam reaksi publik terutama di media sosial terhadap sejumlah pidato Presiden Prabowo di berbagai forum belakangan ini.

Load More