News / Metropolitan
Selasa, 21 Juli 2026 | 18:56 WIB
Proyek betonisasi di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengganti aspal menjadi beton di Jalan Kebon Sirih karena kondisi tanah yang labil.
  • Proyek sepanjang 350 meter dari Gedung Telkom hingga Lemhannas ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada September 2026 mendatang.
  • Pengerjaan dilakukan dalam dua tahap agar lalu lintas tetap dapat melintasi jalan tersebut selama masa konstruksi berlangsung.

Suara.com - Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengungkapkan bahwa keputusan mengganti aspal dengan beton di Jalan Kebon Sirih diambil setelah ruas jalan tersebut berulang kali rusak dalam waktu singkat setelah diperbaiki.

“Kebon Sirih itu jalannya setelah kami aspal, berapa bulan kemudian ini selalu bleeding aspalnya, selalu rusak,” kata Wondo di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Hasil evaluasi Dinas Bina Marga menggunakan alat geo-radar menunjukkan kondisi tanah di ruas jalan tersebut labil sehingga pengaspalan ulang dinilai tidak akan menyelesaikan masalah.

“Makanya kami lakukan dengan pembetonan,” lanjut Wondo.

Kemacetan di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. (Suara.com/Adiyoga)

Proyek pembetonan tersebut membentang sepanjang kurang lebih 350 meter, mulai dari depan Gedung Telkom Indibiz hingga depan Gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Dinas Bina Marga DKI Jakarta menargetkan proyek tersebut rampung pada September 2026.

Metode pembetonan ini juga berpeluang diterapkan di ruas-ruas jalan lain di Jakarta yang memiliki kondisi tanah serupa.

“Kalau memang ada jalan seperti itu, ya akan kami tangani,” kata Wondo.

Namun, sejauh ini pembetonan masih difokuskan di Jalan Kebon Sirih yang berdasarkan data Dinas Bina Marga merupakan ruas jalan yang paling sering mengalami perbaikan berulang.

Baca Juga: Keluh Kesah PPPK Paruh Waktu Dinkes DKI di Balai Kota: Janji Setara ASN, Realita Jauh dari Kata

Proses pembetonan Jalan Kebon Sirih sendiri dibagi menjadi dua tahap pengerjaan agar jalan tetap dapat dilalui meski mengalami penyempitan.

“Kan sekarang masih yang tengah nih kami kerjain. Begitu yang tengah selesai, nanti lari ke pinggir,” tutup Wondo.

Load More