News / Nasional
Rabu, 22 Juli 2026 | 10:10 WIB
Foto sebagai ILUSTRASI: Sejumlah peserta anak - anak mengikuti Jember Fashion Carnaval (JFC) Kids di Jember, Jawa Timur, Kamis (27/8).
Baca 10 detik
  • Kementerian Pariwisata mendukung Jember Fashion Carnaval 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24 hingga 26 Juli 2026 di Jember.
  • Ajang bertema pemulihan lingkungan ini menampilkan pertunjukan teatrikal Dewi Bumi serta parade kostum spektakuler untuk menarik wisatawan.
  • Penyelenggaraan festival budaya tersebut diprediksi mampu mendorong kebangkitan ekonomi lokal dan meningkatkan sektor pariwisata daerah.

Suara.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026.

Sebagai salah satu ajang paling bergengsi yang masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN), eksibisi karnaval busana jalanan terbesar di Asia ini dijadwalkan berlangsung pada 24–26 Juli 2026.

Seluruh rangkaian acara akan dipusatkan di Alun-Alun Central Park, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Pada penyelenggaraan tahun ke-24 ini, JFC mengusung tema besar bertajuk "HEAL: Humanity, Earth, and Life".

Melalui tema tersebut, perhelatan ini berupaya mengedepankan pesan mendalam mengenai pemulihan lingkungan serta isu sosial yang dituangkan melalui karya seni kostum, aransemen musik, hingga pertunjukan jalanan yang spektakuler.

JFC 2026 diproyeksikan menjadi magnet utama bagi ribuan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia dalam peta industri kreatif dan pariwisata global.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, memberikan penekanan khusus mengenai signifikansi perhelatan ini bagi ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di tanah air.

“Jember Fashion Carnaval bukan sekadar parade busana megah, melainkan simbol kreativitas, inovasi, dan kepedulian sosial bangsa Indonesia yang diakui dunia. Melalui tema 'HEAL' tahun ini, JFC 2026 memperlihatkan bagaimana seni dan budaya dapat menyuarakan isu keberlanjutan lingkungan sekaligus menjadi pendorong utama kebangkitan ekonomi lokal dan pariwisata daerah," ujar Menpar dalam keterangannya.

Salah satu pembeda utama JFC 2026 dibandingkan edisi-edisi sebelumnya adalah integrasi elemen teatrikal kolosal yang diberi judul Dewi Bumi.

Baca Juga: Bobby Nasution Dorong Warisan Sejarah Nias Jadi Destinasi Wisata Dunia

Pertunjukan ini akan ditampilkan langsung di panggung utama dengan konsep visual yang lebih segar.

Penyelenggara tidak hanya mengandalkan kemegahan desain pakaian, tetapi juga menggabungkan teknologi visual terkini, koreografi kontemporer, serta penggunaan instalasi mekanis bergerak pada kostum yang dikenakan oleh para peserta.

Pertunjukan pembuka ini akan menitikberatkan pada narasi perjalanan karakter Dewi Bumi yang bernama Gaia.

Melalui fragmen drama tersebut, penonton akan diajak menyaksikan perjalanan bumi, mulai dari fase keindahan alam yang asri hingga berbagai dinamika lingkungan yang memengaruhi keberlangsungannya di masa depan.

Segera setelah pertunjukan teatrikal berakhir, seluruh peserta dari berbagai defile akan turun ke lintasan untuk melakukan parade secara bersamaan di sepanjang jalanan Jember.

Rangkaian gelaran JFC 2026 dijadwalkan akan dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Jember, serta sejumlah tokoh publik dan tokoh masyarakat nasional.

Load More