News / Internasional
Kamis, 23 Juli 2026 | 11:08 WIB
Ilustrasi susu ( Pixabay.com/Imoflow)
Baca 10 detik
  • Belarus resmi memasok susu bubuk skim senilai 76 juta dolar AS untuk Program MBG.

  • Target pengiriman susu bubuk dari Belarus ke Indonesia mencapai 20 ribu ton hingga 2026.

  • Forum bisnis bilateral memproyeksikan potensi kerja sama Indonesia dan Belarus hingga 500 juta dolar AS.

Suara.com - Pemerintah Indonesia mengamankan pasokan olahan susu dari produsen Belarus untuk menjamin ketersediaan gizi nasional. Pelaku usaha Belarus resmi menandatangani sejumlah kesepakatan dagang untuk mengirimkan bahan baku susu.

Komoditas tersebut disiapkan secara khusus guna menopang kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengiriman komoditas ini membuka jalan bagi terpenuhinya standar nutrisi harian anak sekolah di Indonesia. Nilai investasi dari kesepakatan pasokan protein ini menembus angka 76 juta dolar AS.

Menu MBG di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Wakil Menteri Agrikultur dan Pangan Belarus Alexander Yakovchits membenarkan keberadaan komitmen dagang tersebut. Ia menyampaikan hal itu saat menghadiri pameran pangan di Jakarta.

“Memang kemarin dalam rangka kunjungan pimpinan negara kami ke Indonesia, ada kontrak yang sempat ditandatangani,” ucap Alexander Yakovchits saat ditemui di Paviliun Belarus dalam acara Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 di Jakarta, dikutip dari Antara.

Proses distribusi komoditas pangan ini difokuskan penuh untuk menutupi defisit konsumsi harian masyarakat. Realisasi pengiriman bahan mentah susu tersebut dilakukan secara bertahap.

“Yang kami ketahui, sepertinya beberapa dari kontrak tersebut suplainya itu memang akan digunakan untuk program MBG,” lanjutnya.

Pengiriman tahap awal difokuskan pada komoditas susu bubuk skim berkualitas tinggi. Kerja sama strategis ini direalisasikan melalui dua tahapan kesepakatan terpisah.

“Kami sudah mulai menyuplai susu bubuk skim dalam kerangka kontrak yang ditandatangani sebelumnya. Pengiriman gelombang pertama sudah dilakukan kepada mitra-mitra kami di Indonesia. Dan setelah penyelesaian kesepakatan ini, 1.000 ton susu bubuk skim, kami mulai merealisasikan kesepakatan kedua,” ujar Yakovchits.

Baca Juga: Timnas Putri Indonesia Back-to-Back Juara Piala AFF 2026, Erick Thohir Angkat Topi

Pihak Belarus membidik total pengiriman hingga 20 ribu ton susu bubuk sampai akhir tahun 2026. Target volume jumbo ini didorong oleh kapasitas produksi mereka yang melimpah.

Belarus mencatatkan produksi susu sebesar 9,25 juta ton pada 2025 dan membidik 12 juta ton pada 2035. Kesiapan pasokan dari Eropa Timur ini dinilai mampu menutupi celah krisis susu domestik.

“Kami melihat Indonesia memang masih kekurangan produk susu, dan kami yakin bisa membantu untuk membangun kerja sama dalam bidang tersebut, karena kami memiliki kapasitas dalam bidang itu,” kata Yakovchits.

Landasan kerja sama kedua belah pihak diawali lewat forum bisnis pada akhir Juni lalu. Pertemuan tersebut digelar menyambut kunjungan resmi Presiden Aleksandr Lukashenko.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan peluang impor ini memang disiapkan demi memperkuat MBG. Selain produk susu, kedua negara juga menyepakati transfer teknologi mesin pertanian serta fasilitas perakitan lokal.

Menteri Luar Negeri Sugiono mencatat potensi nilai kerja sama antarnegara ini mencapai 500 juta dolar AS. Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyebutkan volume perdagangan bilateral saat ini baru menyentuh 221 juta dolar AS.

Load More