- Presiden AS Donald Trump memperingatkan Rusia dan China agar tidak menjual senjata ke Iran di tengah konflik.
- Presiden Xi Jinping dan Vladimir Putin menjamin kepada Donald Trump bahwa negara mereka tidak akan memasok senjata ke Iran.
- Eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran menyebabkan ribuan pelaut terjebak di Selat Hormuz.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Rusia dan China agar tidak menjual senjata ke Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Ia menegaskan langkah tersebut akan berdampak buruk bagi kedua negara.
“Jika mereka melakukannya, itu akan sangat merugikan bagi mereka; jelas tidak menguntungkan,” ujar Trump melalui pernyataan di media sosialnya.
Trump mengaku telah mendapat jaminan langsung dari Presiden China Xi Jinping.
Ia menyebut Beijing tidak akan memasok senjata ke Teheran, termasuk melalui perusahaan-perusahaan China.
“Presiden Xi mengatakan tidak akan menjual senjata ke Iran dalam kondisi apa pun. Saya percaya itu,” kata Trump.
Pernyataan serupa juga disebut datang dari Presiden Rusia Vladimir Putin.
Trump mengklaim Moskow memahami posisi Amerika Serikat terkait distribusi senjata di kawasan konflik.
“Presiden Putin mengatakan hal yang sama. Dia mengerti bahwa saya tidak menjual senjata langsung ke Ukraina,” ujarnya.
Baca Juga: Preview Semifinal VNL Putri 2026: 4 Tim Terbaik Berebut Tiket Final
Pernyataan Trump muncul di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Serangan balasan terus terjadi, termasuk serangan Iran ke instalasi militer di Bahrain dan Yordania.
Militer AS sebelumnya melancarkan serangan ke sejumlah target strategis Iran, termasuk pusat komando dan fasilitas drone.
Serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian operasi yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam keras kebijakan Washington.
Ia menyebut rencana penggunaan aset Iran untuk kompensasi serangan sebagai preseden berbahaya.
Berita Terkait
-
Preview Semifinal VNL Putri 2026: 4 Tim Terbaik Berebut Tiket Final
-
Pertemuan Panas Trump-Netanyahu Pekan Depan, Perang Iran Diprediksi Makin Membesar
-
Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun
-
Isu Kerja Paksa! Trump Berlakukan Tarif 10 Persen Untuk Produk RI, Lapangan Banteng Buka Suara
-
Trump Berlakukan Tarif Baru, Produk Indonesia Kena Bea Masuk 10% Mulai Hari Ini
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Perang Iran Belum Selesai, Trump Kini Tantang Rusia dan China hingga Ancam Putin
-
Lawan Tren "Dongle Fatigue": Tecno Meluncurkan Megabook K14S dengan 9 Port Lengkap dan Bodi Tipis
-
Review Drama Shine on Me, Perjalanan Move On sampai Menemukan Cinta Baru
-
4 Body Lotion dengan Shea Butter untuk Kulit Kering saat Cuaca Berangin, Mulai Rp24 Ribuan
-
Jadi Deputi Pengawasan BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
-
Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
-
Cuaca Tak Menentu Jadi Momok Petani Rumput Laut Nunukan
-
Pasangan Pencuri Gasak Vario Karyawan RSUD Jombang di Depan Kamar Mayat
-
OJK Integrasikan APPK dan IASC untuk Lindungi Nelayan dari Teror Pinjol Ilegal
-
Palsukan Dokumen Sporadik Tanah, Pria di Bandar Lampung Masuk Penjara