News / Nasional
Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:25 WIB
segera memperbaiki SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. (Foto dok. Bakom RI)
Baca 10 detik
  • Kemendikdasmen berkomitmen memperbaiki SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan setelah mengalami kerusakan bangunan sejak Januari 2026.
  • Pemerintah menargetkan revitalisasi total 71.744 satuan pendidikan secara nasional pada tahun 2026 dengan anggaran besar.
  • Program pembangunan sekolah menggunakan mekanisme swakelola ini berhasil membuka lapangan kerja bagi sekitar 1,1 juta orang.

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan komitmennya untuk segera memperbaiki SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Langkah cepat ini diambil menyusul laporan kerusakan bangunan sekolah yang telah terjadi sejak Januari 2026 lalu.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal, Gogot Suharwoto, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan pihak sekolah guna mempercepat proses renovasi.

"Saat ini kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah untuk segera merevitalisasi sekolah tersebut,” ujar Gogot dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (25/7/2026).

Sebagai langkah konkret, Kemendikdasmen akan mengundang Kepala SDN Tanggirejo ke Jakarta dalam waktu dekat untuk menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi.

Program ini merupakan bagian dari visi besar Presiden RI Prabowo Subianto dalam menjamin lingkungan belajar yang aman dan layak bagi seluruh siswa di Indonesia.

Gogot menjelaskan bahwa SDN Tanggirejo memenuhi kriteria prioritas nasional tahun ini, yang mencakup sekolah terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat.

"SDN Tanggirejo merupakan salah satu sekolah yang masuk dalam tiga prioritas utama penerima program revitalisasi. Kami berharap perbaikan sarana dan prasarana ini tidak hanya mengubah kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga membangkitkan semangat belajar peserta didik dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan," ucap Gogot.

Secara nasional, pemerintah mematok target ambisius untuk merevitalisasi total 71.744 satuan pendidikan sepanjang tahun 2026, mulai dari jenjang TK hingga SMA.

Baca Juga: Mr Presiden Harus Tahu! Siapa Londo Ireng, Benarkah Orang Indonesia yang Berkhianat?

Angka ini merupakan peningkatan signifikan dari target awal yang hanya 11.744 sekolah dengan alokasi anggaran Rp14 triliun.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa progres pembangunan berjalan cukup positif. Hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 70 persen dari target awal telah berhasil diselesaikan.

"Bahkan, beberapa di antaranya sudah bisa selesai di bulan Juli atau Agustus, dan sudah bisa diresmikan untuk memulai tahun ajaran 2026/2027," kata Abdul Mu'ti.

Selain memperbaiki fasilitas pendidikan, Abdul Mu'ti menekankan bahwa program ini memiliki dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Dengan menggunakan mekanisme swakelola, proyek revitalisasi ini melibatkan masyarakat setempat secara langsung dalam proses pembangunannya.

Sistem swakelola ini terbukti efektif dalam menyerap tenaga kerja di berbagai daerah. Berdasarkan data pemerintah, program ini diperkirakan membuka lapangan kerja bagi jutaan orang.

"Mereka yang mengerjakan revitalisasi untuk 71.744 (sekolah) itu sekitar 1,1 juta orang, yang akan bisa bekerja dalam rentang waktu antara 3 sampai 8 bulan,” pungkasnya.

Load More