- Yayasan Plan International Indonesia sukses menggelar ajang lari Run for Quality 2026 di Senayan Park, Jakarta, pada 26 Juli 2026.
- Acara ini diikuti oleh 1.670 peserta dengan 30 persen di antaranya merupakan penyandang disabilitas dari berbagai kategori jarak lari.
- Penyelenggaraan kegiatan bertema inklusivitas ini bertujuan untuk mewujudkan kesetaraan kesempatan bagi para penyandang disabilitas dalam bidang olahraga.
Suara.com - Ajang olahraga tahunan Run for Quality 2026 sukses diselenggarakan di Senayan Park, Jakarta, pada Minggu (26/7/2026).
Pada tahun ini, Yayasan Plan Internanational Indonesia selaku penyelenggara mengangkat tema "Equal Steps, Equal Play".
Acara marathon itu melibatkan 1.670 peserta yang diantaranya terdapat 30% pelari dari beragam penyandang disabilitas, mulai rentang jarak lari 3 kilometer, 5 kilometer hingga 10 kilometer.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti mengatakan acara tersebut merupakan bentuk perwujudan lingkungan olahraga yang inklusif, terutama untuk penyandang disabilitas.
"Bahwa semua (orang) kalau diberikan kesempatan, dimulai dari langkah-langkah kecil bisa mencapai kesetaraan," kata Dini kepada awak media.
Dini bercerita, pihaknya melakukan persiapan selama dua bulan untuk menyelenggarakan acara tersebut.
Plan Indonesia juga mengajak beberapa pihak, mulai dari Komnas Disabilitas, KitaBisa, SalingJaga dan Uniqlo untuk ikut menyukseskan acara tersebut.
"Pihak-pihak yang memang punya keberpihakan khusus untuk isu-isu inklusifitas," tambahnya.
Di akhir pernyataan, Dini berharap acara ini bisa menjadi motivasi bagi komunitas dan masyarakat untuk mendukung isu serupa.
Baca Juga: Perempuan dan Tren Aktif Olahraga: Gaya Hidup Sehat atau Tekanan Body Goals?
"Memang harus ada dukungan untuk mereka (penyandang disabilitas). Yuk, kita bangun aksesibilitas. Komitmen untuk mendukung mereka bisa mengakses opportunity yang bisa mereka lakukan," pungkas Dini.
Komisioner Komnas Disabilitas, Jonna Aman Damanik ikut mengapresiasi semangat dan tujuan acara Run for Equality 2026.
Jonna mengatakan, penting diingat bahwa disabilitas memiliki hak yang sama dengan masyarakat lainnya. Hanya, lanjutnya, yang membedakan adalah mereka mempunyai cara tersendiri bagaimana menjalankannya.
"Satu filosofi yang ingin kita sampaikan. Berlari itu bukan bagaimana tentang start, bagaimana kecepatan, atau bagaimana cara berlarinya.Tetapi semua orang (bisa) sampai di garis finish dan semua adalah juara. Itu poinnya," kata Jonna.
Oleh karena itu, ia berharap adanya perubahan paradigma publik untuk memandang kalau penyandang disabilitas juga mampu untuk melakukan hal yang sama dengan masyarakat pada umumnya.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, acara juga dimeriahkan dengan fun games dan senam bersama seusai sesi marathon. (Reporter: Alif Bintang)
Berita Terkait
-
Perempuan dan Tren Aktif Olahraga: Gaya Hidup Sehat atau Tekanan Body Goals?
-
Apakah Boleh Olahraga saat Sakit? Ini Penjelasan Dokter agar Tak Salah Langkah
-
DBL Indonesia Buka Musim Baru dengan Gebrakan Besar, 31 Kota Jadi Rumah bagi Para Pengejar Mimpi
-
Padel Punya Risiko Cedera, Sports Medicine Bantu Atlet Tetap Bugar hingga Siap Kembali Bertanding
-
JHL Sport Competition 2026 Resmi Dimulai, Satukan Sportivitas dan Solidaritas
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Saksi Kasus Pungli Gowa Ngaku Diperiksa di Bawah Pohon dan Diancam, Polisi: Tidak Benar!
-
Luruskan Pidato Politik, AHY Tegaskan Demokrat Tak Berpaling dari Prabowo
-
Dapur Gizi RSSA Malang Hangus Terbakar, Pasien Mengungsi dan Pasokan Makanan Beralih Katering
-
BBM dan Elpiji Sulsel Langka 2 Bulan, DPRD Semprot Pertamina: Jangan Cuma Beri Penjelasan!
-
Tecno Pova 8 Pro 5G Resmi di Indonesia, Bawa Layar 144Hz dan Dual Chipset
-
HBD 2026 Menembus 4 Pulau, Sensasi Touring Lintas Generasi yang Tak Biasa
-
Antrean Panjang BBM di SPBU Pulau Sulawesi Tak Wajar
-
Sempat Melonjak Tajam, Serangan ISPA di Lampung Akibat Erupsi Anak Krakatau Akhirnya Melandai
-
Jangan Diklik! Misteri Aplikasi Teror dan Kematian dalam Novel Rahasia Ayu
-
Produk Lokal Tak Kalah Bagus dari Barang Impor, Mendag Sebut Masalahnya Pintar Jualan