Produk Lokal Tak Kalah Bagus dari Barang Impor, Mendag Sebut Masalahnya Pintar Jualan

Kamis, 10 September 2026 | 07:13 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso. [Suara.com/Fakhri]
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan kualitas produk lokal tidak kalah dari barang asing di Jakarta pada Rabu (9/9/2026).
  • Produk impor lebih menguasai pasar Indonesia karena keunggulan modal besar untuk melakukan strategi promosi dan iklan masif.
  • Kementerian Perdagangan mendorong UMKM memanfaatkan teknologi digital dan AI guna memperkuat promosi serta mengisi pasar domestik.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, menyoroti persaingan produk lokal dengan barang impor di pasar Indonesia. Menurutnya, kualitas sejumlah produk asing yang masuk ke Indonesia seperti makanan dan waralaba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan produk buatan pelaku usaha dalam negeri.

Namun, Budi menilai, produk asing kerap lebih unggul dalam hal promosi dan pemasaran. Kondisi tersebut membuat produk impor lebih mudah dikenal masyarakat dan mampu menguasai pasar Indonesia.

"Banyak produk asing itu yang masuk ke Indonesia, sebenarnya kualitasnya nggak jauh beda dengan kita, tapi dia pinter jualan," kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Budi mengatakan, kemampuan memasarkan produk menjadi salah satu faktor penting dalam memenangkan persaingan. Produk dengan kualitas baik, menurut dia, belum tentu mampu menarik pasar apabila tidak didukung strategi promosi yang tepat.

Ia menilai, produk asing memiliki keunggulan dari sisi modal untuk membiayai iklan dan promosi secara lebih masif.

Ilustrasi Barang Impor. [Ist]

"Ya, dia modalnya besar untuk beriklan, sehingga dia ya kan yang penting viral dulu kan gitu kan? Nah kalau udah viral kan (ramai yang beli)," ujarnya.

Karena itu, Kementerian Perdagangan mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam memasarkan produknya.

Budi mengatakan, teknologi dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kemampuan promosi di tengah keterbatasan modal dibandingkan perusahaan besar.

Selain untuk membidik pasar ekspor, pemanfaatan teknologi digital juga diharapkan dapat membantu produk lokal memperkuat posisinya di pasar dalam negeri.

"Pasar di dalam negeri sendiri, pasarnya juga besar. Jadi kalau harapan saya, kita itu ada namanya program Pengamanan Pasar Dalam Negeri. Artinya pasar yang besar ini, coba kita isi dengan produk-produk lokal, ya, produk-produk UMKM kita," kata Budi.

Meski demikian, Budi menegaskan, produk lokal tetap harus memiliki daya saing agar mampu bersaing dengan produk asing.

Menurutnya, kualitas produk menjadi syarat utama. Setelah itu, pelaku usaha perlu meningkatkan kemampuan menjual dan memperkenalkan produknya kepada konsumen.

"Memang kalau jualan itu tidak hanya produknya bagus ya, tidak hanya itu, tapi produk bagus itu ya syarat utama. Nah setelah itu, bagaimana kita cara jualan?" pungkasnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com