News / Nasional
Minggu, 26 Juli 2026 | 19:46 WIB
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi.
Baca 10 detik
  • Wamentrans Viva Yoga Mauladi menyatakan Tim Ekspedisi Patriot 2026 akan mendampingi masyarakat di kawasan transmigrasi.
  • Pembekalan serentak tim tersebut berlangsung di Kota Bogor, Jawa Barat, untuk menjalankan strategi pemerintah pusat.
  • Program transmigrasi masa lalu telah sukses melahirkan ribuan desa definitif serta ratusan kecamatan dan kabupaten baru.

Suara.com - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mengatakan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 akan menjadi ujung tombak pengembangan kawasan transmigrasi melalui pendampingan masyarakat dan penerapan inovasi berbasis ilmu pengetahuan.

Menurut Viva, penerjunan TEP merupakan bagian dari strategi pemerintah membangun desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

"Bagian dari turunan Asta Cita Presiden Prabowo adalah Tim Ekspedisi Patriot. Karena kita membangun dari bawah, dari desa, untuk memakmurkan masyarakat dan menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi," kata Viva saat kegiatan Pembekalan Serentak Tim Ekspedisi Patriot Tahun 2026 di Kota Bogor, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Minggu (26/7).

Massa menggelar aksi Tolak Transmigrasi di Nabire, Papua. (Suara.com/Elias Douw)

Ia menjelaskan para peserta TEP akan diterjunkan ke berbagai kawasan transmigrasi untuk mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi unggulan daerah. Kehadiran mereka diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

"Kita ingin desa-desa itu menjadi pusat ekonomi, menjadi pusat kebudayaan. Tim Ekspedisi Patriot kita terjunkan agar bisa berinteraksi dengan masyarakat dan memberikan inovasi, kreasi, pandangan-pandangan baru yang dibutuhkan masyarakat setempat," ujarnya.

Viva menilai pembangunan kawasan transmigrasi tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga, tetapi juga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di wilayah yang sebelumnya belum berkembang.

Menurutnya, program transmigrasi telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan wilayah dengan melahirkan 1.567 desa definitif, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, hingga tiga ibu kota provinsi.

"Program transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa definitif, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, dan tiga ibu kota provinsi," katanya.

Sebagai contoh, Viva menyebut kawasan transmigrasi Telang di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang pada 2025 menjadi daerah dengan produksi beras tertinggi secara nasional. Ia menilai capaian tersebut menunjukkan kawasan transmigrasi dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi apabila didukung inovasi, riset, dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga: Jangan Main Hakim Sendiri, Yusril Ingatkan Bahaya di Balik Sayembara Begal Dedi Mulyadi

Load More