News / Nasional
Senin, 27 Juli 2026 | 08:29 WIB
Penampilan para siswa Sekolah Rakyat di panggung Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026. (Dok: Kemensos)

Kemegahan JFC 2026 mulai terasa saat karpet merah mulai membentang di Pendapa Wahyawibawagraha sebagai pembuka acara sejak Jumat (24/7/2026) kemarin. Sederet artis nasional, tokoh publik, hingga tamu kehormatan tampak memadati Red Carpet JFC—sebuah inovasi baru yang pertama kali dihadirkan dalam sejarah perhelatan yang diinisiasi oleh almarhum desainer Dynand Fariz ini.

Penyelenggaraan tahun ini melibatkan lebih dari 1.500 talent dari berbagai daerah hingga mancanegara, serta dihadiri tokoh kenamaan seperti penyanyi Krisdayanti, Andien, aktris senior Christine Hakim, 12 finalis Puteri Indonesia hingga para pemengaruh media sosial seperti Hanum Mega.

JFC sebagai Pendorong Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan

Di balik sorot lampu panggung dan keindahan kostum, Bupati Jember yang akrab dipanggil Gus Fawait menegaskan bahwa JFC membawa misi sosial dan ekonomi yang mendasar. Pemkab Jember, menurutnya, mengkaji setiap perhelatan agar menghasilkan dampak ganda (multiplier effect) bagi perhotelan, UMKM, dan sektor informal.

Berdasarkan data BPS, sekitar 8.000 warga Jember berhasil keluar dari garis kemiskinan pada tahun lalu. Gus Fawait pun optimistis target penurunan jumlah penduduk miskin hingga di bawah angka 200 ribu jiwa dapat tercapai.

"Bahwa JFC adalah produk daerah yang menasional dan internasional, kalau Brazil mempunyai carnival, ndonesian punya Jember Fashion Carnaval,yang diciptakan almarhum Dynand Fariz, beliau anak desa tapi bisa buat acara nasional dan internasional," katanya.

Lebih lanjut Gus Fawait menjelaskan bahwa pada awal 2026 pertumbuhan ekonomi Jember menjadi yang tertinggi di wilayah Tapal Kuda. Dia meyakini hal tersebut tak lepas dari kontribusi sektor pariwisata.

"Dengan manfaat ekonomi luar biasa dan ini yang dipesankan Presiden bahwa Pemkab Jember melalui JFC mewujudkan itu semua. Dampaknya nyata terhadap pekerja informal, UMKM. Ini adalah wujud yang dipesankan presiden," katanya.

JFC 2026 mengusung tema HEAL (Humanity, Earth, and Life) sebagai refleksi pentingnya memulihkan hubungan antara manusia, alam, dan kehidupan. Misi utama JFC 2026 adalah menghadirkan karya-karya yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga mengajak masyarakat merenungkan pentingnya nilai kemanusiaan, menjaga lingkungan, dan merawat kehidupan melalui bahasa seni dan fesyen.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Permanen Segera Dibangun di Poltekpar NHI Bandung, Kolaborasi Kemensos dan Kemenpar

Di ajang ini para pengunjung disuguhi serangkaian acara dengan subtema berbeda, mulai dari WKC X Pets Carnival, Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI), Artwear Carnival, hingga Grand Carnival sebagai puncaknya.

Turut hadir dalam JFC 2026, antara lain Wamendagri Bima Arya Sugiarto, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Anggota DPR RI Charles Meikyansah, Anggota DPR RI M Khozin, Anggota DPR RI Nur Purnamasidi, Anggota DPR RI Arvin Hakim Toha, Konjen Jepang, dan para tamu undangan serta ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.***

Load More