News / Internasional
Senin, 27 Juli 2026 | 10:34 WIB
Abdul Ballout, penabrak kerumunan di Christopher Street Day (The Times)
Baca 10 detik
  • Tersangka Abdul Ballout menabrak kerumunan parade Pride di Berlin hingga menewaskan satu orang.

  • Pelaku berusia 21 tahun ini diketahui merupakan pendukung ISIS yang baru divonis Mei.

  • Aksi penabrakan melukai 16 korban dan menyebabkan puluhan pengunjung mengalami trauma berat.

Suara.com - Aksi nekat pengendara mobil menerobos kerumunan warga mengubah pesta kebebasan Christopher Street Day di Berlin menjadi tragedi berdarah. Satu korban dipastikan tewas sementara belasan pengunjung lainnya mengalami cedera parah.

Kepolisian setempat bergerak cepat mengungkap tabir ancaman keamanan yang membayangi perayaan Pride terbesar di Eropa tersebut. Sosok pengemudi di balik kemudi kini telah berhasil diidentifikasi oleh pihak berwenang.

Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt mengonfirmasi bahwa tersangka utama aksi mematikan ini bernama Abdul Ballout. Pemuda berusia 21 tahun itu diketahui menyimpan rekam jejak sebagai pendukung setia jaringan teroris ISIS.

Ilustrasi bendera pelangi LGBT (Unsplash/Raphael Renter)

Rekam jejak hukum pelaku memperlihatkan bahwa Ballout bukanlah sosok baru bagi aparat penegak hukum setempat. Ia tercatat baru saja menerima vonis hukuman pidana atas kasus hukum pada Mei lalu.

Dominik Pretz selaku juru bicara Departemen Pemadam Kebakaran Berlin membeberkan skala keparahan dampak insiden maut tersebut. Ia menyebut belasan korban terbaring cedera dengan kondisi sebagian di antaranya amat kritis.

Rentetan penanganan medis darurat segera dilakukan untuk menyelamatkan nyawa para pengunjung yang terhantam kendaraan. Tiga orang di antara korban luka berada dalam kondisi kritis yang mengancam keselamatan jiwa mereka.

Guncangan psikologis juga menghantam puluhan saksi mata yang menyaksikan langsung peristiwa mengerikan di area terbuka tersebut. Petugas medis lapangan bergerak sigap memberikan pertolongan pertama bagi warga yang terpukul.

Sebanyak 30 warga harus menjalani perawatan intensif akibat trauma mental dan syok berat di lokasi kejadian. Pemandangan festival yang semula penuh gempita mendadak berubah menjadi kepanikan massal.

Pihak kepolisian masih terus mendalami jalur lintasan kendaraan yang digunakan pelaku saat menembus barikade area publik. Penyidik mengumpulkan seluruh bukti fisik guna memetakan skenario serangan secara utuh.

Baca Juga: Ancaman Teror Piala Dunia 2026, ISIS Ancam Serang Stadion dan Paus Leo XIV

Dalam rilis resminya, aparat kepolisian memberikan gambaran awal mengenai kronologi masuknya mobil pelaku ke kawasan festival.

"Kami menduga sebuah kendaraan memasuki Taman Tiergarten, lalu menabrak dan melukai sejumlah orang," bunyi keterangan resmi kepolisian setempat.

Insiden berdarah pada Sabtu malam tersebut menjadi tamparan keras bagi sistem keamanan acara berskala internasional di Jerman. Ruang publik yang padat pengunjung terbukti masih rentan menjadi sasaran aksi kejahatan berbahaya.

Penyerangan ini berlatar belakang perayaan Christopher Street Day yang saban tahun menyedot perhatian ribuan komunitas global. Peristiwa kelam ini menambah daftar panjang ancaman terorisme yang mengintai parade ruang terbuka di Eropa.

Load More