News / Nasional
Senin, 27 Juli 2026 | 12:09 WIB
Situasi bangunan di Jalan Tambak, Menteng, yang menjadi sasaran amukan warga pada Minggu (26/7/2026) kemarin, sudah tampak kondusif. (Suara.com/Alif Bintang)
Baca 10 detik
  • Bentrokan antarwarga terjadi di Jalan Tambak, Menteng, pada Minggu, 26 Juli 2026, akibat perselisihan sebelumnya.
  • Aksi pengrusakan dan penyerbuan oleh massa di lokasi tersebut menyebabkan satu orang dilaporkan tewas.
  • Kondisi lokasi kini sudah kondusif dengan penjagaan Satpol-PP serta pemasangan garis polisi pada Senin siang.

Suara.com - Situasi bangunan di Jalan Tambak, Menteng, yang menjadi sasaran amukan warga pada Minggu (26/7/2026) kemarin, sudah tampak kondusif.

Sejumlah personil Satpol-PP juga telah melakukan pengamanan persis di seberang bangunan.

Aktifitas lalu lintas dan warga sekitar juga tampak terlihat sudah seperti biasa.

Meski begitu, berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi hingga pada Senin (27/7/2026) pukul 10.45 WIB, sebuah garis polisi masih terikat di pagar bangunan.

Sisa-sisa puing bangunan yang hancur dan terbakar juga masih berserakan di sekitar lokasi. Beberapa perabotan seperti kursi dan alat rumah tangga lainnya juga dalam kondisi hancur.

Seperti diberitakan sebelumnya, telah terjadi bentrokan antar warga di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta pada Minggu (26/7/2026).

Situasi bangunan di Jalan Tambak, Menteng, yang menjadi sasaran amukan warga pada Minggu (26/7/2026) kemarin, sudah tampak kondusif. (Suara.com/Alif Bintang)

Hal itu diduga dipicu oleh perselisihan di warung nasi uduk dan dua orang pengendara motor di kawasan Matraman sesaat sebelumnya.

Akibatnya, pengendara yang tak terima, kembali ke lokasi dengan membawa sejumlah orang dan melakukan pengrusakan terhadap gerobak nasi uduk.

Warga sekitar yang merasa geram dengan tindakan tak menyenangkan itu, langsung berbalik menyerbu bangunan yang diduga ditempati para pengendara tersebut. Bentrokan itu mengakibatkan satu orang tewas.

Baca Juga: Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki

Reporter: Alif Bintang

Load More