News / Metropolitan
Senin, 27 Juli 2026 | 10:24 WIB
Bentrok berdarah di Menteng. (bidik layar video media sosial)
Baca 10 detik
  • Dua ratus aparat gabungan TNI-Polri masih disiagakan di Menteng dan Matraman pascabentrokan warga pada Minggu, 26 Juli 2026.
  • Kericuhan bermula dari teguran warga terhadap pengendara motor berknalpot bising di Jalan Tambak.
  • Bentrokan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan seorang lainnya luka-luka.

Suara.com - Aparat gabungan TNI-Polri masih disiagakan di kawasan Menteng hingga Jalan Matraman Raya, Jakarta Pusat, menyusul bentrokan antarwarga yang menewaskan satu orang pada Minggu (26/7/2026). Sebanyak 200 personel dikerahkan untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan, hingga kini belum ada rencana penarikan personel karena situasi masih terus dipantau.

"Untuk jumlah pengamanan di obyek sekitar Menteng, sesuai keterangan semalam sekitar 200 personel gabungan dari TNI, personel Polda Metro, Polres Jakpus, dan Polsek Menteng," kata Erlyn saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026).

Menurut Erlyn, aparat akan tetap berjaga, terutama setelah beredar kabar mengenai potensi aksi balasan dari kelompok yang berkaitan dengan korban tewas dalam bentrokan tersebut.

Karena itu, personel gabungan akan terus disiagakan hingga situasi benar-benar dipastikan kondusif.

"Personel masih akan terus disiagakan," jelas Erlyn.

Knalpot Motor Jadi Pemicu

Sebelumnya, bentrokan antarwarga pecah di Jalan Tambak, Menteng, pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kericuhan melibatkan warga yang menempati lahan kosong dengan warga sekitar.

Peristiwa itu bermula dari perselisihan di kawasan Matraman yang kemudian meluas hingga ke Jalan Tambak.

Baca Juga: Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah

Keributan dipicu ketika dua pria yang mengendarai sepeda motor melintas di depan gerobak pedagang nasi uduk bernama Rusdi sambil menggeber kendaraannya. Suara bising knalpot membuat pedagang dan warga menegur kedua pengendara tersebut.

Namun, teguran itu justru memicu cekcok hingga berujung bentrokan.

Akibat insiden tersebut, seorang pria berinisial K (23) meninggal dunia, sementara seorang lainnya berinisial DS mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif.

Hingga kekinian, polisi masih menyelidiki penyebab bentrokan serta memeriksa sejumlah pihak yang diduga terlibat.

Load More