-
AS dan Iran sepakat menghentikan serangan militer sementara demi membuka ruang negosiasi diplomasi.
-
Penurunan stok amunisi pertahanan udara Pentagon dan tekanan publik mendesak Trump mengakhiri perang.
-
Sengketa kontrol Selat Hormuz masih menjadi titik krusial perundingan keamanan antara kedua negara.
Survei terbaru menunjukkan mayoritas warga Amerika meragukan efektivitas invasi militer tersebut. Koresponden Al Jazeera Rosalind Jordan melaporkan rendahnya tingkat dukungan publik terhadap kebijakan perang pemerintah.
"Jajak pendapat terbaru yang dilakukan oleh Ipsos dan The Washington Post di AS menunjukkan bahwa hanya 29 persen responden yang meyakini presiden menangani konflik dengan Iran secara tepat, atau menyetujui konflik tersebut secara keseluruhan, sementara 28 persen menyatakan bahwa konflik itu sepadan," kata Rosalind Jordan.
"Ada banyak pertanyaan mengenai status konflik antara Iran dan AS, namun yang pasti, tekanan semakin meningkat terhadap presiden AS untuk mencari tahu: apa strategi keluarnya?" tambah Jordan.
Sengketa utama kedua negara masih berpusat pada hak kontrol jalur logistik Selat Hormuz. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengonfirmasi adanya kemajuan teknis dalam pengelolaan lalu lintas laut.
“Berguna, dan kemajuan telah dicapai,” jelas Esmaeil Baghaei mengenai perkembangan dialog tersebut.
Meski dialog teknis berjalan positif, ketidakpercayaan mendalam masih membayangi ingatan diplomatik Teheran. Pihak Iran menilai upaya perdamaian sebelumnya kerap dimanfaatkan musuh untuk melakukan serangan mendadak.
Sementara itu, Komando Pusat Militer AS menegaskan bahwa blokade laut terhadap armada Iran tetap berlaku penuh. Pihak militer Washington telah mencegat belasan kapal komersial yang melintasi jalur laut strategis tersebut.
Garda Revolusi Islam Iran menanggapi blokade tersebut dengan menahan enam kapal yang mencoba menerobos wilayah perairan. Insiden ledakan tanker akibat ranjau laut turut memperkeruh risiko eskalasi di Selat Hormuz.
Konflik bersenjata ini berakar dari perang terbuka yang digencarkan AS dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari. Ketegangan memuncak saat Iran menerapkan kontrol ketat di Selat Hormuz berdasarkan nota kesepahaman durasi 60 hari, sementara AS menolak klaim kekuasaan tunggal Teheran atas jalur energi dunia tersebut.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun 4 Persen Usai AS Stop Serang Iran 2 Malam
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian