News / Internasional
Senin, 27 Juli 2026 | 11:32 WIB
Harga minyak dunia anjlok empat persen usai Amerika Serikat dan Iran menghentikan aksi saling serang. (IG)
Baca 10 detik
  • Amerika Serikat dan Iran sepakat menunda serangan militer setelah dua pekan berkonflik.

  • Harga minyak mentah dunia anjlok hingga empat persen akibat meredanya ketegangan militer.

  • Penundaan serangan membuka peluang diplomasi dan keamanan jalur pelayaran Selat Hormuz.

Suara.com - Pasar energi global mendadak berbalik arah setelah konflik bersenjata di Timur Tengah mereda secara mengejutkan. Keputusan Amerika Serikat dan Iran menunda aksi militer berhasil menekan lonjakan harga minyak dunia secara signifikan.

Sinyal penghentian gempuran tersebut langsung meredakan kepanikan para pelaku pasar energi internasional pada Senin. Peluang penyelesaian diplomatik kini membendung ketakutan atas gangguan pasokan bahan bakar global.

Kondisi ini membuka kembali harapan pemulihan jalur pelayaran niaga vital di kawasan Selat Hormuz. Jalur perdagangan strategis tersebut sebelumnya terancam lumpuh total akibat eskalasi militer selama dua pekan.

Ilustrasi fasilitas minyak mentah di mana harga mulai melonjak kembali. [Pexels].

Penurunan harga terjadi secara serentak pada dua acuan perdagangan minyak mentah utama dunia. Minyak mentah jenis Brent merosot sebesar 3,96 dolar AS atau sekitar 4,1 persen.

Patokan harga Brent berada di posisi 92,82 dolar AS per barel pada perdagangan pukul 03.29 GMT. Harga acuan ini bahkan sempat menembus ke bawah batas psikologis 90 dolar AS per barel.

Tren penurunan serupa juga melanda komoditas minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate asal Amerika Serikat. Nilai kontrak minyak acuan AS tersebut terkoreksi cukup tajam pada sesi perdagangan yang sama.

Minyak jenis WTI tercatat merosot sebesar 4,02 dolar AS atau setara dengan penurunan 4,5 persen. Harga minyak mentah AS kini bertengger pada level 85,29 dolar AS per barel.

Meredanya bentrokan militer akhir pekan lalu menjadi pemicu utama di balik pelemahan harga komoditas bumi ini. Langkah gencatan senjata sementara ini memberikan ketenangan bagi lalu lintas kapal tanker.

Aktivitas pengiriman energi internasional di Selat Hormuz diharapkan dapat segera kembali berjalan tanpa ancaman serangan. Jalur melingkar ini memegang peranan sangat krusial bagi kelancaran distribusi minyak dunia.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei Tegas: AS Mau Damai, Suruh Israel Hentikan Serangan ke Lebanon

Sebelum jeda serangan ini disepakati, ketegangan militer antara kedua negara telah bergolak panas selama dua minggu berturut-turut. Gelombang serangan balasan sempat memicu kekhawatiran meluasnya krisis energi di kawasan Timur Tengah.

Load More