News / Nasional
Selasa, 28 Juli 2026 | 07:50 WIB
Ahli manajemen dan ekonomi pertahanan, Curie Maharini, menolak doktrin militeristik yang mengorbankan nilai-nilai demokrasi dan hak privasi warga negara, dalam Konferensi Pers Kabinet Bayangan, Cikini, Jakarta, Senin (27/7/2026). [Suara.com/Cornelius Juan Prawira]
Baca 10 detik
  • Kabinet Bayangan mengkritik kenaikan anggaran pertahanan pemerintahan Prabowo tahun 2026.
  • Curie Maharini meminta pemerintah memperketat transparansi pengadaan alutsista demi mencegah terjadinya potensi kebocoran anggaran serta konflik kepentingan.
  • Shofwan Al Bana menilai kebijakan luar negeri Indonesia harus berorientasi pada kepentingan rakyat dan bukan sekadar keputusan terpusat.

Menurut Shofwan, berbagai kebijakan tersebut belum menunjukkan proses institusional yang matang.

Ia mengingatkan pemerintah agar tidak terlalu banyak mengumbar janji diplomatik yang sulit direalisasikan karena justru dapat menurunkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia.

"Kami melihat adanya janji-janji diplomatik atau gestur kosong yang justru bisa mengurangi kredibilitas kita di mata dunia," pungkasnya.

Reporter: Cornelius Juan Prawira

Load More