News / Internasional
Selasa, 28 Juli 2026 | 09:50 WIB
Ilustarsi tentara AS [Brookings.edu]
Baca 10 detik
  • Presiden AS Donald Trump menyatakan negaranya memiliki cukup amunisi untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran.
  • Trump mengakui bahwa sebagian persediaan persenjataan sebelumnya telah dikirim ke Ukraina pada masa pemerintahan Joe Biden.
  • Pemerintah AS kini mendorong peningkatan produksi industri pertahanan untuk memperkuat sistem pertahanan rudal Patriot.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranya memiliki persediaan amunisi yang cukup untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran.

Namun, ia mengakui masih membutuhkan tambahan persenjataan canggih untuk memperkuat kapasitas tempur.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan saat berada di pesawat kepresidenan Air Force One dalam perjalanan menuju Michigan.

Donald Trump menegaskan bahwa kondisi militer AS saat ini masih sangat siap.

“Kami dalam kondisi sangat baik. Tapi untuk beberapa sistem yang lebih canggih, tentu kami ingin memiliki lebih banyak,” ujar Trump dinukil dari AFP

Trump juga membantah adanya kekhawatiran terkait kekurangan amunisi.

Potret Donald Trump dan Presiden FIFA (Newsday)

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki stok besar untuk berbagai kebutuhan operasi militer.

“Kami punya banyak amunisi,” katanya.

Meski begitu, ia mengakui sebagian persediaan sebelumnya telah dikirim ke Ukraina pada masa pemerintahan Joe Biden.

Baca Juga: Prancis Samakan AS dengan Korut, Anak Buah Trump Walk Out dari Sidang DK PBB

Di sisi lain, pemerintah AS kini mendorong peningkatan produksi industri pertahanan.

Salah satu fokusnya adalah sistem pertahanan rudal Patriot yang menjadi komponen penting dalam menjaga keamanan udara.

Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran, meski saat ini serangan militer sedang dihentikan sementara.

Washington membuka ruang diplomasi sambil tetap mempertahankan kesiapan militernya.

Trump menegaskan bahwa jeda serangan bukan berarti melemah.

Trump menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi untuk memberi peluang pada negosiasi.

“Saya punya banyak kesabaran... Kita lihat apa yang terjadi. Saya pikir ada peluang bagus sesuatu bisa tercapai,” ujarnya.

Load More