- Rupiah dibuka melemah ke level Rp18.063 per dolar AS pada Selasa, 28 Juli 2026.
- Pelemahan rupiah dipicu oleh sentimen negatif pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
- Kondisi tersebut menjadikan mata uang Garuda sebagai yang paling lemah di kawasan Asia.
Suara.com - Pembukaan rupiah pada pagi ini terus tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Adapun, mata uang Garuda paling lemah di Asia.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah Selasa 28 Juli 2026 dibuka ke level Rp18.063 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini melemah 54 poin atau 0,30 persen dari pekan sebelumnya yang ada di Rp18.009 per dolar AS.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah ini masih dipengaruhi sentimen domestik. Apalagi, pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) memberikan tekanan pada mata uang Garuda.
"Rupiah diperkirakan akan kembali melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen negatif investor merespon pengunduran diri Gubernur BI kemarin yang masih membebani. Range 17950-18100," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia menambahkan, tekanan rupiah masih terus terjadi. Apalagi, Indeks dolar AS sendiri naik mencapai level tertinggi.
"Sebulan menjelang FOMC besok oleh antisipasi sikap hawkish kepala the Fed," ujarnya.
Sementara itu, mata uang Asia lainnya mengalami pelemahan. Salah satunya, ringgit Malaysia yang melemah 0,13 persen dolar Taiwan melemah 0,10 persen, peso Filipina melemah 0,10 persen.
Diikuti dolar Hong Kong melemah 0,01 persen dolar Singapura melemah 0,008 persen dan yuan China yang melemah 0,003 persen.
Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS pagi ini. Won Korea menguat 0,83 persen, yen Jepang menguat 0,05 persen dan baht Thailand yang menguat 0,03 persen.
Baca Juga: IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara
Berita Terkait
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings
-
Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal
-
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.129 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
-
Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Naik Transum, Aku Belajar Jatuh Cinta dengan Jakarta
-
Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp18.063 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia
-
Dari Motor ke KRL: Langkah Kecil Anak Rantau untuk Bumi yang Lebih Baik
-
Paham Prosedur TPPU, Eks Jampidsus Febrie Tanya Kejagung: Apa Tindak Pidana Asal Kasus Saya?
-
KPK Periksa Plt Gubri SF Hariyanto Terkait Temuan Uang di Rumah Dinasnya
-
Hattrick Lawan Kamboja, Mitchell Baker Ungkap Peran Besar Orang di Balik Layar
-
Warga NTB Mulai Krisis Air Bersih
-
Tega! Penjaga Sekolah di Bintan Peras 10 Siswa SD, Uangnya Dipakai Buat Judi Online
-
Mitchell Baker Cetak Hattrick di Laga Debut, John Herdman Singgung Jasa Prabowo
-
Waktu untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.613.000/Gram