News / Nasional
Selasa, 28 Juli 2026 | 14:21 WIB
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026). [Suara.com/Bagaskara]
Baca 10 detik
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi santai rencana Kaesang Pangarep maju calon legislatif di Dapil Jateng V pada 28 Juli 2026.
  • Dapil Jawa Tengah V merupakan basis utama PDIP sekaligus wilayah kekuatan personal Presiden ketujuh Joko Widodo.
  • Analis menilai persaingan tersebut menjadi arena pembuktian pengaruh politik Jokowi melawan ketahanan massa PDIP pada Pemilu 2029.

Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, memberikan tanggapan santai terkait rencana Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, yang dikabarkan akan mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V.

Sebagaimana diketahui, Dapil Jawa Tengah V merupakan wilayah yang selama ini menjadi basis suara kuat PDIP sekaligus dapil Ketua DPP PDIP, Puan Maharani.

Menanggapi persaingan politik di dapil tersebut, Hasto menegaskan bahwa bagi PDI Perjuangan, seorang politisi seharusnya bergerak atas landasan ideologi dan visi yang besar, bukan sekadar urusan teknis pencalonan.

"Ya, bagi PDI Perjuangan, politisi itu dipimpin oleh ideologi, oleh gagasan-gagasan besar. Sehingga hal-hal yang sifatnya praktis-praktis, menjadi calon, anggota legislatif, itu kan proses yang normal," ujar Hasto di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026).

Lebih lanjut, Hasto enggan memberikan komentar lebih jauh mengenai strategi PSI maupun Kaesang di wilayah tersebut.

Ia justru menyebut nama politisi muda lainnya untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.

"Itu nanti biar Saudara Guntur Romli atau Mujab, ya," pungkas Hasto singkat.

Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarap. (Dok. PSI)

Sebelumnya, langkah politik Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, yang memutuskan bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V pada Pemilu 2029 mendatang, dinilai bukan sekadar upaya memperebutkan kursi parlemen.

Kontestasi ini dipandang sebagai medan pembuktian kekuatan antara pengaruh politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo dengan ketahanan basis massa PDI Perjuangan.

Baca Juga: Bukan Ancaman, Gerindra Sebut Kaesang Nyaleg di Jateng V Bikin Demokrasi Semarak

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, memberikan analisis mengenai fenomena tersebut. Menurutnya, pemilihan Dapil Jawa Tengah V yang meliputi Kota Surakarta serta Kabupaten Sukoharjo, Boyolali, dan Klaten memiliki bobot politis yang sangat tinggi.

Wilayah tersebut dikenal sebagai "kandang banteng" sekaligus basis utama Puan Maharani. Namun, di sisi lain juga merupakan tanah kelahiran dan basis kekuatan personal Jokowi.

Arifki menekankan bahwa pertarungan di wilayah ini akan menjadi barometer pecahnya kongsi politik antara Jokowi dan PDIP pascaberakhirnya masa jabatan sang presiden.

"Pertarungan di Jateng V akan menarik karena publik tidak hanya melihat persaingan antarpartai, tetapi juga membaca sejauh mana pengaruh politik Jokowi masih bekerja di wilayah yang selama ini menjadi basis utama PDIP. Ini menjadi salah satu indikator penting untuk melihat dinamika politik menuju Pemilu 2029," ujar Arifki kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Lebih lanjut, Arifki menilai hasil perolehan suara di dapil tersebut nantinya akan menjawab pertanyaan besar mengenai faktor apa yang paling menentukan pilihan rakyat: apakah kekuatan figur personal yang melekat pada keluarga Jokowi atau loyalitas terhadap struktur dan mesin partai PDIP yang telah mengakar kuat.

"Yang akan diuji bukan hanya elektabilitas PSI ataupun kekuatan PDIP. Kontestasi ini juga akan memperlihatkan bagaimana pemilih memaknai hubungan politik Jokowi dan PDIP setelah keduanya menempuh jalan politik yang berbeda, " ujarnya.

Kawasan Solo Raya dan sekitarnya diprediksi akan menjadi sorotan nasional selama proses Pemilu 2029 berlangsung.

Arifki menyebut Dapil Jateng V akan bertransformasi menjadi "laboratorium politik" untuk melihat pergeseran peta kekuatan di Jawa Tengah.

Load More