News / Nasional
Selasa, 28 Juli 2026 | 15:34 WIB
Petugas saat menata produk Beras di KDMP di Sampangan semarang [Ilma Latif/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Lembaga SMRC merilis hasil survei nasional mengenai tingkat keyakinan publik terhadap Koperasi Desa Merah Putih.
  • Survei yang dilakukan pada 5 hingga 19 Juli 2026 tersebut menunjukkan 61,1 persen warga merasa pesimistis.
  • Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani menyatakan ketidakyakinan publik terhadap program tersebut mengalami peningkatan signifikan.

Suara.com - Mayoritas publik nasional, sebanyak 61,1 persen kurang atau tidak yakin sama sekali program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) akan berkembang atau maju. 

Angka itu berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk “Program Khusus Presiden: MBG dan KDMP” pada 5-19 Juli 2026.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, memaparkan sekitar 76,9 persen warga sudah tahu program KDMP. Sedangkan yang belum tahu sebesar 23,1 persen. 

Dari yang tahu, hanya 2,4 persen publik yang menyatakan sangat yakin program ini akan berkembang atau maju, 22,6 persen cukup yakin, 38,9 persen tidak yakin, 22,2 persen tidak yakin sama sekali, dan masih ada 13,9 persen yang tidak tahu atau tidak menjawab.

”Secara keseluruhan sekitar 61,1 persen publik merasa kurang atau tidak yakin Program KDMP akan berkembang atau maju, sementara yang merasa sangat atau cukup yakin lebih rendah, hanya 25 persen,” kata Deni melalui kanal Youtube SMRC TV, Selasa, (28/7/2026).

Deni menunjukkan dalam 9 bulan terakhir terjadi peningkatan ketidakyakinan publik bahwa program KDMP akan berkembang atau maju: dari 43,5 persen pada November 2025 menjadi 48,4 persen di Februari-Maret 2026 dan semakin besar menjadi 61,1 persen di Juli 2026. 

Pada saat yang sama, publik yang merasa yakin atau sangat yakin program ini akan maju semakin menurun di periode yang sama, 43,3 ke 41,7 dan terakhir 25 persen.

Deni menyimpulkan bahwa pesimisme dan sikap negatif publik secara umum terhadap KDMP menjelaskan penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja presiden Prabowo.

Populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang punya hak pilih. Sebanyak 749 dari mereka dipilih secara random, dan yang punya telepon diwawancarai lewat telpon (83,8 persen), sementara yang tidak punya telepon diwawancarai dengan tatap muka (16,2 persen).

Baca Juga: Kopdes Merah Putih Diklaim Bisa Pangkas Rantai Pasok, Petani Berpeluang Nikmati Rp263 Triliun

Proporsi ini sesuai dengan populasi pengguna cellphone dan yang tak menggunakannya. Margin of error survei ini +/- 3.7 persen. Untuk melihat perbedaan signifikan, maka perbedaan itu harus minimal 2x margin of error (7,4 persen). Survei terakhir dilakukan pada 5-19 Juli 2026.

Load More