-
Iran menggelar diplomasi intensif bersama Arab Saudi dan Oman demi mengamankan Selat Hormuz.
-
Donald Trump mengklaim negosiasi berjalan baik namun tetap mengancam akan melanjutkan serangan militer.
-
Jeda konflik AS dan Iran memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan dan minyak dunia.
Suara.com - Iran merangkul Arab Saudi dan Oman untuk mengamankan Selat Hormuz di tengah jeda konflik dengan Amerika Serikat. Diplomat kawasan berupaya membendung potensi kehancuran jalur pasokan energi global tersebut.
Langkah diplomasi maritim ini menjadi benteng krusial mencegah lonjakan harga minyak dunia akibat ancaman penutupan Selat Hormuz. Dikutip dari CNBC, Senin (28/7/2026), Tehran memilih konsolidasi regional saat Washington masih melempar sinyal ancaman militer lanjutan.
Poros komunikasi baru ini menegaskan pergeseran strategi kawasan yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada mediasi Barat. Negara-negara Teluk kini mengambil inisiatif mandiri demi menjaga stabilitas koridor perdagangan paling strategis di dunia.
Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araqchi menggelar dialog intensif via telepon dengan Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan dan Menlu Oman Badr Al-Busaidi. Pembahasan berfokus pada dinamika keamanan kawasan terkini serta keselamatan jalur pelayaran internasional.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan pentingnya konsolidasi diplomatik untuk meredam tensi di koridor maritim tersebut.
Pihaknya menyerukan kebutuhan untuk memperkuat kerja sama dan memajukan upaya diplomatik bersama guna menciptakan stabilitas di kawasan serta mengeliminasi ketidakamanan yang dipaksakan di Selat Hormuz akibat tindakan agresif Amerika Serikat.
Peluang damai ini mengemuka seiring gencatan senjata tak tertulis antara AS dan Iran yang bertahan sejak akhir pekan lalu. Pasar finansial global merespons positif jeda bentrokan tersebut melalui penguatan bursa saham dan penurunan harga minyak.
Presiden AS Donald Trump menyambut hangat perkembangan komunikasi antarpihak meski tetap menebar ancaman militer. Ia menegaskan serangan udara AS siap diluncurkan kembali jika proses diplomasi mengalami kebuntuan.
Saat berbicara dalam kampanye di Michigan, Trump menyampaikan sikap kerasnya terhadap Tehran.
Baca Juga: Pelaut Indonesia Jadi Korban Serangan Misil di Selat Hormuz, Begini Kondisi Terkini
"Anda tidak bisa menyuap mereka. Anda harus mengalahkan mereka, dan kami akan menghancurkan mereka. Tapi kita lihat saja bagaimana hasilnya. Saat ini, ada negosiasi yang sangat bersahabat yang sedang berlangsung."
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya perundingan langsung dengan pihak Washington. Tehran mengisyaratkan bahwa pertukaran pesan antar kedua negara sejauh ini hanya berlangsung melalui perantara pihak ketiga.
Dinamika keamanan kawasan tetap rentan akibat eskalasi serangan dari pihak sekutu regional. Arab Saudi baru saja mencegat sejumlah drone yang membidik fasilitas minyak miliknya di tengah suasana diplomasi yang rapuh.
Kelompok milisi di Irak dan Houthi Yaman dituding berada di balik pergerakan drone yang mengincar infrastruktur energi Teluk tersebut. Pasukan Yordania juga melaporkan telah menembak jatuh drone misterius di wilayah udara mereka pada waktu yang hampir bersamaan.
Selat Hormuz merupakan urat nadi distribusi minyak dunia yang menghubungkan produsen Timur Tengah dengan pasar global. Gangguan sekecil apa pun di perairan ini berpotensi memicu krisis energi dan gejolak ekonomi global secara meluas.
Rangkaian kontak diplomatik Tehran, Riyadh, dan Muscat menjadi momentum penting setelah dua pekan saling serang antara AS dan Iran. Upaya bersama ini diharapkan mampu menutup celah eskalasi militer di jalur pelayaran krusial tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
Breakingnews! Iran Resmi Rangkul Arab Saudi dan Oman Amankan Selat Hormuz dari Amerika
-
LG Loves School Hadir di SMKN 2 Tangsel, Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Berbasis Teknologi
-
Sebelum Tragedi Bali, Deretan Kasus Main Hakim Sendiri di Sumsel Sudah Berulang Kali Terjadi
-
Siapa yang Lebih Tinggi? Mitchell Baker Unggul Tipis dari Elkan Baggott
-
Teuku Ryan Absen di Pesta Ultah Moana, Ria Ricis Sebut sang Mantan Bakal Bikin Acara Terpisah
-
Ulasan The East Palace, Ketika Kutukan Masa Lalu Menghantui Takhta Kerajaan
-
Belum Mati, Ternyata Planet Venus Aktif Secara Geologis
-
Harita Nickel Kembangkan Pendekatan Pengelolaan Tailing Sesuai Karakteristik Indonesia
-
Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Bertambah Jadi 32 Orang, Lima Mulai Diperiksa
-
Uang Judol Rp9 Miliar Milik Jaka Purnama Disetorkan ke Negara