- Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua meminta aparat menindak tegas pelaku tawuran bersenjata tajam di Jakarta Pusat.
- Permintaan tersebut disampaikan pada Selasa (28/7/2026) di gedung DPRD menanggapi bentrokan antarwarga yang terjadi tanggal 26 Juli 2026.
- Ia juga mendorong sinergi antarunsur wilayah dan penguatan koordinasi kepolisian bersama TNI untuk mencegah konflik sejak dini.
Suara.com - Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua, meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku yang membawa senjata tajam dalam peristiwa tawuran di Matraman Dalam dan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat.
Permintaan itu disampaikan Inggard di DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/7/2026), menanggapi bentrokan antarwarga yang terjadi di dua lokasi tersebut pada Minggu (26/7/2026).
Menurut Inggard, membawa senjata tajam merupakan pelanggaran hukum yang harus ditindak, meski belum menimbulkan korban jiwa.
Ia menyoroti fakta bahwa aksi balas dendam antarwarga masih terjadi meski sempat dilerai oleh aparat.
"Bahkan sudah dilerai pun masih terjadi pembalasan dendam, bawa pakai alat-alat sajam. Maka perangkat-perangkat hukum harus bertindak tegas terhadap hal-hal tersebut," sorotnya.
Selain menindak pelaku yang membawa senjata tajam, Inggard juga berharap kepolisian dapat memperkuat koordinasi dengan TNI.
Koordinasi tersebut, kata dia, diperlukan agar upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat berjalan lebih efektif.
Di sisi lain, Inggard menekankan bahwa pencegahan konflik semacam ini seharusnya dapat dilakukan sejak dini oleh berbagai unsur di wilayah.
"Jangan sampai ada semacam asap dibiarkan. Harusnya ini sudah terdeteksi," katanya.
Baca Juga: Bukan Spontan! Ada Desain Skenario Besar di Balik Bentrok Maut Menteng
Ia menilai seluruh elemen, mulai dari pengurus RT/RW, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah, hingga camat, harus bekerja secara terpadu dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan di wilayah.
"Semua unsur itu harus disinergikan. Jangan sampai kejadian seperti ini kembali kecolongan," pungkas Inggard.
Berita Terkait
-
Bukan Spontan! Ada Desain Skenario Besar di Balik Bentrok Maut Menteng
-
Dua Kelompok Bentrok Matraman Sepakat Damai
-
Pohon Besar Tiba-tiba Ambruk di Lokasi Kerusuhan Matraman, Timpa Tenda Pedagang
-
Peran 7 Tersangka Bentrok Menteng: Dari Rusak Gerobak hingga Aksi Pengeroyokan Maut
-
Gerobak Pedagang Nasi Uduk Hancur saat Bentrokan, Kecamatan Menteng Janji Bakal Ganti
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
DPRD DKI Desak Polisi Sikat Pembawa Sajam di Balik Tawuran Matraman
-
Catalyst: Operator Wajib Sediakan Pilihan Layanan, Bukan Wajibkan Seluruh Paket Internet Rollover
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Laba BCA Naik 1,8 Persen di Semester I 2026
-
Ditanya Isu Reshuffle, Bahlil: Jangan Berspekulasi Melampaui Batas Kewenangan!
-
'Binatang Jalang', Noda Chairul Anwar dalam Skema Korupsi Pakan Binatang
-
Mengapa Penetapan Hutan Adat Menjadi Penentu Masa Depan Punan Batu?
-
Apa Ada Brand Sepatu Lokal Klaten? Ini Merek dan 9 Seri Terlarisnya di Shopee
-
Kekeringan di Gunungkidul, Warga Kemesu Terpaksa Jual Ternak Demi Beli Air
-
Gaji Naik, Korupsi Turun? Sebuah Asumsi yang Perlu Diuji