- Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyatakan truk besar yang mogok menjadi penyebab utama kemacetan malam hari di jalan Jakarta.
- Dishub DKI berencana meluncurkan layanan panggilan darurat penderekan truk gratis khusus berkapasitas besar pada tanggal 9 Agustus mendatang.
- Komisi B DPRD DKI meminta solusi jangka panjang karena Dishub saat ini hanya memiliki satu unit truk derek besar.
Suara.com - Kemacetan parah di sejumlah ruas jalan Jakarta, terutama jalur tol saat malam hari, ternyata sering dipicu oleh truk bertonase besar yang mogok di tengah jalan.
Hal ini terungkap dalam rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selasa (27/7/2026) yang turut dihadiri Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaludin, memberikan salah satu contoh nyata kemacetan yang terjadi di jalur Cakung-Cilincing.
"Di mana salah satu juga yang menyebabkan kemacetan itu adalah karena adanya truk dengan tonase yang besar yang mogok," bebernya.
Ketua Komisi B, Nova Harivan Paloh, pun membenarkan bahwa dirinya juga kerap mengalami kemacetan akibat truk mogok, terutama di ruas tol pada malam hari.
"Iya saya juga sering lihat di beberapa ruas jalan terutama yang di tol Pak ya, apalagi kalau malam lagi, tadi malam saya juga mengalami kemacetan juga Pak, rupa-rupanya ada truk mogok juga."
Sebagai solusi, Dishub DKI berencana meluncurkan layanan call center penderekan gratis bagi truk-truk yang mogok di jalan.
"Namun baru di-launching pada tanggal 9 Agustus," tutur Budi.
Hanya saja di balik rencana tersebut, muncul persoalan lebih besar soal keterbatasan peralatan.
Baca Juga: DPRD DKI Soroti Proyek JSDP: Galian Dibiarkan Dua Tahun, Warga Keluhkan Macet Parah
Budi mengungkapkan bahwa Dishub DKI hanya memiliki satu unit truk derek dengan kapasitas tonase besar, yakni 40 ton.
Truk derek tersebut hanya berada di wilayah Jakarta Utara, sementara jalur lintasan truk bertonase besar juga tersebar di wilayah Timur dan Barat Jakarta.
Penambahan truk derek bertonase besar, lanjut Budi, juga sangat dibutuhkan agar layanan call center dapat berjalan maksimal.
"Karena kalau udah satu mogok di depan situ, itu udah pasti macetnya akan panjang sekali karena itu luar biasa," terangnya.
Menanggapi hal itu, Komisi B meminta Dishub DKI untuk memikirkan solusi jangka panjang atas keterbatasan armada derek ini.
"Kan artinya kita harus juga cepat respons seperti itu, apalagi ada concern juga kan dari Kementerian, gitu kan. Ini saya rasa menjadi concern ya. Kalau misalnya kurang, nanti coba dipikirkan lagi lebih lanjut gitu terkait dengan masalah ini," kata Nova.
Dengan kondisi armada yang minim, penanganan kemacetan akibat truk mogok sepertinya masih akan menjadi tantangan bagi Dishub DKI Jakarta dalam waktu dekat.
Berita Terkait
-
Truk Towing Nyangkut Bikin Macet dan JPO Tendean Rusak Parah, Warga Diimbau Lewat 4 Jalur Alternatif
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Usai Libur Lebaran, Jatinegara Macet Parah hingga Arah Tebet-Kuningan
-
DPRD DKI Soroti Proyek JSDP: Galian Dibiarkan Dua Tahun, Warga Keluhkan Macet Parah
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok
-
Pemerintah Luruskan Isu Larangan Vape, Pelaku Industri Bernafas Lega
-
Kupas Tuntas Transportasi Jakarta: Beneran Bikin Hemat atau Malah Ribet?
-
Aturan AI Berlaku, Korporasi dan Sektor Keuangan RI Bisa Terancam Denda 2% dari Pendapatan
-
Bukan 'Ujug-ujug', Terungkap Alasan Kaesang Pilih Jateng Jadi Medan Tempur Menuju Senayan
-
Kepala Bakom Qodari Jawab Polemik Londo Ireng, Kabinet Bayangan hingga Gubernur BI
-
Wamendagri Ingatkan Sayembara Tangkap Begal Harus Tetap Sesuai Hukum
-
Massa Petani Tembakau Gelar Aksi di Kemenko PMK, Desak Pembatalan Aturan PP 28/2024
-
Ramai Wisatawan Dipalak Saat Foto di Plang Malioboro, UPT Tertibkan Fotografer
-
DPR Minta BGN Terbitkan Aturan Tertulis Larangan Dapur MBG Pakai MinyaKita dan Gas Melon