- Dua warga berinisial KD dan WS tewas akibat amuk massa di Tabanan Bali serta Morowali pada Juli 2026.
- Amnesty International Indonesia mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus pembunuhan oleh massa tersebut secara adil.
- Pemerintah diminta memperkuat edukasi publik guna mencegah tindakan kekerasan dan menegakkan supremasi hukum di Indonesia.
Sebelumnya, aksi main hakim sendiri terjadi di Kabupaten Tabanan, Bali, dan Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Seorang pria berinisial KD tewas setelah menjadi sasaran amuk massa saat berupaya menyelamatkan diri usai diduga mencuri ayam di Tabanan, Bali, pada Jumat (24/7/2026).
KD mengalami luka berat dan meninggal dunia di lokasi pengeroyokan sebelum sempat diserahkan kepada polisi. Pria yang diketahui bekerja sebagai buruh harian tersebut meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih berusia sekolah.
Sehari setelahnya, aksi penghakiman massa juga menewaskan seorang pria berinisial WS di Morowali. WS dituduh mencuri sepeda motor di sebuah pusat perbelanjaan pada Sabtu (25/7/2026).
Setelah dikejar warga, WS sempat menyelamatkan diri ke sebuah minimarket. Namun, massa kemudian menariknya keluar dan mengeroyoknya hingga terkapar.
Polisi yang tiba di lokasi dilaporkan kesulitan segera mengevakuasi korban karena banyaknya massa yang berkumpul. WS akhirnya dibawa ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Are You Afraid of the Dark? Ketika Ambisi Berubah Jadi Konspirasi Mematikan
-
Sequis Life Dorong Masyarakat Mengevaluasi Kebutuhan Perlindungan
-
Ternyata Rutinitas Commuting ke SCBD Ikut Menyelamatkan Bumi
-
KPK Tuntut Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso 5 Tahun Penjara di Kasus Jual Beli Gas
-
Amnesty International: Kejahatan Harus Dilawan dengan Hukum, Bukan Penghakiman Massa
-
APBN Biayai Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Selama Dua Tahun
-
Menghidupkan Kembali Nilai Sampah Lewat Filosofi Hamemayu Hayuning Bawono, Bagaimana Praktiknya?
-
Goldfinches, Buku Cantik tentang Kebahagiaan dalam Hal-Hal Sederhana
-
Dialami Penjaga Rumah Febrie Adriansyah, Pakar Farmakologi Ungkap Sebab Mulut Bisa Berbusa
-
Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok