-
Arab Saudi dan AS menggempur milisi Irak balasan atas serangan fasilitas minyak.
-
Eskalasi tiga front mengancam jalur ekspor minyak dan kestabilan ekonomi Arab Saudi.
-
Ketegangan bersenjata melumpuhkan upaya diplomasi dan memicu lonjakan defisit anggaran Kerajaan.
Langkah perlawanan darat mulai dimobilisasi oleh ribuan pejuang lokal Yemen yang berkumpul di wilayah gurun timur. Pasukan yang berseberangan dengan Houthi tersebut bersiap melakukan penyerangan dengan dukungan helikopter serang Apache milik Arab Saudi.
Di sisi lain, Pemerintah Iran terus melemparkan tuduhan bahwa negara-negara Teluk ikut campur secara langsung dalam memfasilitasi operasi militer AS. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa beberapa negara di Teluk Persia secara independen berpartisipasi dalam serangan militer terhadap Iran. AS bertanggung jawab atas serangan tersebut, tetapi peran beberapa negara kawasan tidak dapat diabaikan.
Langkah balasan Saudi sebenarnya telah dirancang secara terukur demi menunjukkan kemandirian angkatan bersenjatanya di mata internasional. Seorang diplomat senior membocorkan bahwa aksi ketat tersebut membuktikan keberanian Kerajaan membela diri jika AS tidak ada di sekitar.
Ketegangan mendalam ini berakar dari riwayat konflik panjang antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yemen sejak pertengahan 2015. Kerajaan sempat memimpin koalisi militer besar-besaran selama tujuh tahun sebelum akhirnya menyepakati gencatan senjata sementara pada 2022.
Hubungan diplomasi bilateral sempat mendingin setelah China memfasilitasi kesepakatan pemulihan hubungan antara Riyadh dan Tehran pada 2023. Namun, rentetan serangan drone ke kilang Abqaiq dan instalasi timur Kerajaan perlahan merusak kepercayaan diplomatik tersebut.
Tekanan perang kini memicu lonjakan defisit anggaran terbesar bagi Arab Saudi akibat tingginya alokasi belanja pertahanan darurat. Pemerintah Kerajaan kini terpaksa memangkas skala berbagai megaproyek infrastruktur demi memprioritaskan pemulihan sistem keamanan nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Arab Saudi di Pusaran Perang Timur Tengah, Apa Dampaknya untuk Minyak Dunia?
-
Promo Buy 1 Get 1Sports Station di MAPCLUB Hingga 2 Agustus 2026, Begini Cara Dapatkannya
-
Indosat Catat Pertumbuhan Double Digit, Percepat Transformasi Berbasis AI
-
Jangan Salah Paham! Ini Isi Lengkap Putusan MK tentang Kuota Internet Hangus
-
3 Pilihan Lipstik Bullet Lokal, Warna Tahan Lama dan Tak Bikin Bibir Kering
-
Tak Punya Dana Segar, Alasan Proyek LRT City Mangkrak
-
Kebakaran Hanguskan Kandang Berisi Puluhan Ribu Ayam di Magetan, Ini Kronologinya
-
Jangan Sisakan Ruang Spekulasi! Polisi Diminta Usut Tuntas Kematian Tak Wajar Sutrimo
-
Ulasan Drama Ms. Incognito: Mengurai Privilege dalam Struktur Kelas Sosial
-
Kenapa Pakai Bedak Malah Jadi Kusam? Ini 7 Penyebab yang Sering Terlewat