- Sembilan relawan Global Sumud Flotilla melaporkan dugaan kejahatan kemanusiaan oleh tentara Israel ke Kejagung pada Rabu.
- Para relawan menyerahkan barang bukti berupa foto luka, hasil visum, dan kronologi lengkap penculikan di perairan internasional.
- Laporan tersebut bertujuan menempuh jalur hukum atas kekerasan penahanan dan mendukung kemerdekaan rakyat Palestina.
Suara.com - Sembilan relawan Global Sumud Flotilla bersama tim kuasa hukumnya mendatangi Gedung Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (29/7/2026). Mereka juga didampingi mantan Jaksa Agung, Marzuki Darusman.
Kedatangan mereka bertujuan melaporkan dugaan tindak pidana kejahatan kemanusiaan yang dilakukan tentara Israel terhadap para relawan saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.
Perwakilan relawan Global Sumud Flotilla, Herman Budianto, mengatakan sembilan relawan tersebut mengalami penculikan oleh tentara Israel ketika berlayar di perairan internasional untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan.
"Melaporkan apa yang sudah kami alami selama kami diculik dan dipenjara di penjara Zionis Israel selama empat hari," kata Herman di Kejaksaan Agung, Rabu (29/7/2026).
Menurut Herman, selama ditahan para relawan mengalami berbagai tindakan kekerasan dan perlakuan sewenang-wenang yang mereka nilai sebagai pelanggaran hak asasi manusia.
Ia berharap laporan tersebut dapat menjadi langkah hukum untuk menekan agar tindakan serupa tidak kembali terjadi, sekaligus mendorong dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
"Dan juga tentu terus bisa mendukung kemerdekaan Palestina yang sekarang ini masih terus mengalami genosida, blokade, dan hal-hal buruk lainnya yang terus menimbulkan korban dalam jumlah yang sangat besar, baik di Gaza maupun di Tepi Barat," ujarnya.
Sebagai barang bukti, para relawan menyerahkan dokumentasi berupa foto-foto luka yang mereka alami selama menjadi tahanan, hasil visum, serta kronologi lengkap kejadian.
"Kalau bukti-bukti kami sudah kumpulkan berupa foto dari luka-luka yang kami alami, kemudian juga dari visum-visum yang sudah ada, termasuk kronologi secara lengkap," pungkas Herman.
Baca Juga: Mau Akhiri Perang, Israel dan Lebanon Akan Berunding di Roma Pekan Depan
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Akui Diculik dan Disiksa, Relawan Global Sumud Flotilla Adukan Dugaan Kejahatan Israel ke Kejagung
-
Avatar Aang: The Last Airbender dan Penyakit Nostalgia Hollywood
-
Selain Plt Bupati Sukoharjo, Empat Kepala Dinas Juga Diperiksa KPK, Siapa Saja?
-
Motor Listrik Terbaik untuk Perjalanan Harian yang Tahan Air dan Rekomendasi Unitnya
-
Usai 3 Tahun, Lee Chae Min dan Roh Yoon Seo Reuni di Drama My Reason to Die
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Masih Diperiksa KPK! Nasibnya Ditentukan Dalam 1x24 Jam
-
The Broker: Ketika Pengampunan Presiden Jadi Hukuman yang Lebih Mematikan
-
Dudung Warning APH Termasuk TNI: Aparat Jangan Mengada-ada Hambat Ekspor
-
Bagaimana Cara Memilih Motor Listrik yang Cocok untuk Penggunaan Harian di Kota?
-
Arab Saudi di Pusaran Perang Timur Tengah, Apa Dampaknya untuk Minyak Dunia?